Warga Pelangan Dambakan PJU dan Jembatan

Giri Menang (Suara NTB) – Warga desa yang tinggal di sepanjang jalur di wilayah Sekotong Lombok Barat (Lobar), mulai memasuki Desa Cendi Manik, Sekotong Tengah, Sekotong Barat, Pelangan menuju Mekaki dan Desa Batu Putih mengeluhkan tak ada penerang jalan umum (PJU) di sepanjang jalur itu. Warga juga mengeluhkan di beberapa spot jalan rusak, sehingga menyebabkan kerap kali terjadi kecelakaan. Selain itu mereka mmengeluhkan jembatan penghubung di beberapa desa tidak ada.

Kondisi ini sangat ironis di tengah banyaknya kegiatan pemda, baik skala regional hingga internasional yang diadakan di wilayah setempat, seperti event Mekaki Marathon Internasional. Warga pun mengkritik kinerja pemda dan jajaran anggota DPRD Daerah Pemilihan Sekotong yang berjumlah 7 orang.

Iklan

Mamiq Jamil, salah satu tokoh warga menilai, anggota DPRD asal Sekotong telah gagal memperjuangkan aspirasi dan keluhan masyarakat. Bahkan, dia menilai pemda menganggap remeh persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar.

Salah satu contoh titik jalan yang rusak, ungkapnya, ada di jalur utama persis di turunan tanjakan Dusun Labuan Petung Desa Sekotong Barat. Di bawah tanjakan terdapat spot rusak, sehingga menyebabkan kerap kali terjadi kecelakaan. Akses jalan ini rusak beberapa bulan lalu diakibatkan intensitas hujan tinggi dan kendaraan alat berat yang melalui jalur itu.

Ia menyayangkan minimnya perhatian pemda, padhal jalur termasuk satu-satunya yang ramai dilalui masyarakat beberapa desa, seperti Sekotong Tengah, Kedaro, Pelangan, Sekotong Barat dan Batu Putih. Kondisi jalur yang gelap gulita akibat tidak adanya PJU juga tidak saja dikeluhkan masyarakat, tapi juga wisatawan. Bahkan mereka tidak berani melalui jalur tersebut ketika malam, karena kondisi yang gelap gulita.

Baginya, tidak mungkin kawasan wisata maju tanpa didukung sarana dasar. Warga mendukung pemda menggelar banyak event di kawasan Sekotong, termasuk Mekaki Marathon, sebab kegiatan semacam itu untuk mempromosikan kawasan Sekotong. Namun seharusnya even promosi ini dibarengi dengan pembangunan sarana dasar yang lebih memadai.

Hal senada disampaikan Kades Pelangan Zulkifli, jika di wilayahnya tidak ada PJU. Yang paling mendesak, ujarnya, persoalan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan. Banyak akses jalan di desanya rusak parah, bahkan akses menuju lokasi wisata Mekaki sempit dan berlubang.

Menurutnya kawasan Mekaki, merupakan salah satu destinasi unggulan, namun belum ditunjang sarana dasar memadai. “Kami belum punya jembatan penghubung Dusun Gunung Bit dengan Gebang Tebel,” keluhnya. Tidak ada jembatan ini, ujarnya, sangat menyulitkan masyarakat melakukan berbagai kegiatan baik kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian dan segala aktivitas lainnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lobar, I Made Artadana, menegaskan, spot jalan yang rusak pihaknya akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi. Sebab akses jalan ini masuk wewenang provinsi. Demikian pula terkait jembatan yang ada Desa Pelangan dan lampu PJU akan dikoordinasikan dengan SKPD yang bertanggung jawab. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here