Warga Nisa Blokir Jalan Negara

Bima (Suara NTB) – Warga Desa Nisa Kecamatan Woha kembali memblokir ruas jalan lintas Tente – Langgudu, atau tepatnya yang berada di depan terminal Tente. Mereka juga menyegel Kantor UPT Dishub Kecamatan Woha beberapa jam, Rabu, 9 November 2016.

Reaksi itu sebagai bentuk kekecewaan dan kekesalan mereka terhadap pemerintah Kabupaten Bima, yang pernah berjanji dalam dua minggu akan segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut.

Iklan

“Ini sudah lebih dari dua minggu pemerintah berjanji. Namun hingga saat ini belum ada realisasi,” kata koordinator aksi, Irman, S.Pd.

Kata dia, pada awal bulan Oktober lalu, pihaknya melakukan aksi serupa menutup jalan dengan tanah dan menanam beberapa pohon pisang. Hanya saja, pemerintah menengahi dan berjanji akan memperbaiki jalan itu.

“Bahkan saat itu pemerintah mengaku dananya sudah ada, hanya tinggal dikerjakan. Tapi sekarang tidak ada kegiatan sama sekali,” katanya.

Pantauan Suara NTB, selain itu memblokir ruas jalan dengan menimbun tanah sebanyak dua truk di badan jalan, massa aksi juga terlihat membakar ban bekas, sehingga arus jalan di sana dialihkan dan masuk lewat gang.

Dua jam berorasi secara bergantian, Sekretaris Camat Woha, Irfan Dj, SH didampingi Kapolsek Woha, Ipda Salahuddin, BA, menemui masa aksi. Upaya negosiasi antara kedua belah pihak membuahkan hasil, sehingga jalan yang diblokir akhirnya dibuka.

Saat itu, Irfan memberikan jaminan kepada warga, bahwa jalan tersebut akan segera dikerjakan oleh pihak terkait. Mengingat sejumlah alat berat proyek dalam perjalanan untuk memulai pekerjaan.

“Saya jamin bahwa hari ini alat beratnya akan tiba di lokasi pekerjaan, sehingga pengerjaan bisa dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

 “Kami berharap dan meminta, apabila ada aksi kedepan, tidak ada lagi boikot dan penyegelan. Karena setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Dishub Kecamatan Woha, Suaeb, S.So menyesalkan adanya aksi penyegelan kantor oleh massa aksi. Pasalnya tuntutan perbaikan jalan depan terminal Tente tidak ada hubungan dengan pihaknya.

 “Karena lokasi unjuk rasa dekat dengan kantor kami, sehingga menjadi sasaran. Semoga tuntutan yang direalisasikan ini tidak ada lagi aksi-aksi lanjutan atau ada pemboikotan,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here