Warga Miskin Pekerja Ladang Jagung Jadi Korban Rabies

Ida Fitriani. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – AR (66) warga Kempo yang diduga terjangkit rabies pasca digigit anjing 2 bulan lalu di ladang jagung akhirnya tutup usia setelah seharian dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu. AR merupakan warga tidak mampu. Ladang jagung yang digarap hingga digigit anjing, bukan milik sendiri dan sedang dalam masa panen.

Kabar meninggalnya AR di ruang isolasi pasien rabies RSUD Dompu, Rabu, 5 Mei 2021 dibenarkan oleh Humas RSUD Dompu, Ida Fitriani, S.Keb.Bd kepada Suara NTB, Kamis, 6 Mei 2021. “Meninggal tadi malam. Rabu, 5 Mei 2021 sekitar jam 9 malam,” kata Ida Fitriani.

Iklan

Sebelum meninggal dunia, AR dirujuk oleh Puskesmas Kempo dengan gejala aerofobia, gaduh gelisah, hidrofobia (takut air), dan hipersalivasi. Gejala ini biasanya ada pasien rabies, sehingga ditangani di ruang isolasi khusus pasien rabies. “Pasien dengan riwayat digigit anjing sekitar 2 bulan yang lalu. pasien tidak pernah di VAR dan SAR setelah digigit,” ungkapnya.

Karena rabies masih dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga biaya pengobatan AR ditanggung pemerintah, termasuk untuk mobil ambulance saat dirujuk dan membawa pulang jenazah. “Karena kasus rabies masih KLB, jadi gratis (biaya pengobatan),” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes.

AR sendiri merupakan warga tidak mampu yang berprofesi sebagai tukang kayu. Istrinya hanya ibu rumah tangga dan buruh tani serta kerja serabutan lainnya. Ladang jagung yang digarapnya seluas 1,5 ha merupakan lahan sewa yang dibayar pasca panen. Kini tanaman jagung tersebut sedang masa panen. AR lebih dulu menghadap Tuhannya sebelum menikmati hasil panen jagungnya. “Itu bukan lahannya sendiri, tapi lahan sewa. Sekarang jagungnya sedang dipanen,” ungkap Yamin tetangganya. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional