Warga Minta Pemda Tanggung Jawab atas Kerugian Konflik di Bima

Bima (Suara NTB) – Belasan tokoh warga desa Laju Kecamatan Langgudu mendatangi Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd, di kantor Bupati, Selasa, 23 Mei 2017. Mereka membahas islah konflik yang terjadi belum lama ini, meminta agar pemda meningkatkan atensinya.

Warga yang terdiri dari tokoh agama, masyarakat dan pemuda tersebut meminta pemerintah daerah agar bertanggungjawab atas seluruh kerugian selama terjadinya konflik. Karena konflik tersebut menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi warga.

Iklan

Perwakilan warga, Raihan mengaku, dalam konflik tersebut, warga desa Laju diklaim sebagai korban. Sebab menurutnya, pemicu terjadinya konflik berawal dari kasus perampokan HP milik warga Laju oleh oknum warga desa Tolo Uwi.

“Dalam persoalan ini kami warga Laju sebagai korban meminta pemda bertanggungjawab, karena kami menilai lamban menangani,” katanya.

Menurutnya, akibat kejadian tersebut, sejumlah motor pemuda desa Laju dibakar,  yang diduga dilakukan oleh warga Tolo Uwi. Tidak hanya itu, salah seorang warga Laju dibacok hingga mengalami luka pada sekujur tubuhnya.

“Sejak kejadian itu, hingga sekarang tidak ada ketegasan dari pemerintah. Termasuk membantu salah seorang korban yang perlu mendapat tindakan medis lanjut akibat luka serius dialaminya,” ungkap Raihan.

Raihan menegaskan, apabila pemerintah daerah hanya mengundang warga untuk melakukan pertemuan dan belum menemukan titik solusi yang kongkret untuk menyelesaikan konflik tersebut. Dia khawatir warga akan bertindak menurutnya benar.

“Terkait persoalan ini kami meminta keseriusan pemerintah. Warga cukup sabar menahan diri, karena alasan menunggu proses penegakan supremasi hukum,” terangnya.

Sementara Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer, M.Pd mengakui pemerintah terlambat untuk menanganinya. Karena belum selesai masalah, sudah muncul permasalahan yang lain di daerah setempat.

“Tapi yang jelas sejak adanya kasus ini, kami terus melakukan komunikasi dengan seluruh pihak. Kami berharap warga tetap bersabar,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Dahlan menegaskan tengah melakukan komunikasi dengan pihak Mapolres Bima dan Pemerintah Kecamatan Monta untuk menentukan tempat  dan waktu islah antara kedua desa.

“Kita upayakan sebelum puasa ini kedua tokoh, Kades dari dua ini bisa bertemu. Kita akan fasilitasi dan mediasi bersama Polres Bima,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here