Warga Meninting Tanam Pohon di Jalan Wisata

Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan rusak parah di sepanjang jalur pariwisata Gunungsari-Meninting Batulayar dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, akibat jalan yang rusak tersebut tidak saja mengganggu kenyamanan berkendara namun juga kerap kali memicu terjadinya kecelakaan. Lebih-lebih pada musim penghujan seperti saat ini, lubang yang “menghiasi” jalanan tersebut tak terlihat, karena tergenang air. Mengantisipasi dampak yang lebih parah terjadi, warga setempat pun menanami pohon di lokasi akses jalan berlubang tersebut.

Ironisnya, akses jalan rusak ini berada tak jauh dari kediaman Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si di Sandik, Kecamatan Batulayar. Lokasi ini juga lebih dekat dengan rumah Wakil Ketua DPRD Lobar, Multazam. Jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.

Iklan

Menurut warga setempat, A. Kusuma, akses jalan yang mengalami kerusakan parah terletak di Dusun Montong Desa Meninting.

Warga setempat katanya berharap agar pemda menutup lubang di jalan tersebut supaya tidak terjadi kecelakaan, apalagi ketika musim hujan lubang ini tak kelihatan. Di lokasi ini ada tiga lubang besar menganga terletak di bagian kiri dan kanan jalan. Akibat banyaknya lubang, sering kali terjadi kecelakaan pengendara sepeda motor di lokasi tersebut. Warga pun berinisiatif menanam pohon sebagai penanda di lokasi lubang supaya pengendara kendaraan tak melalui lubang tersebut.

Kondisi jalan berlubang ini, jelasnya, telah terjadi sejak setahun lebih akibat kurangnya perhatian pemerintah. Pihak Pemda pernah menambal akses jalan ini menggunakan aspal biasa, lalu tak lama jalan itu rusak lagi. Melihat kondisi akses yang rusak parah bersama santrinyapun secara swadaya menambal lubang jalan. Namun tak berumur lama, jalan ini kembali hancur akibat dilalui kendaraan. Pihak pemda jelasnya, perlu membangun akses jalan tersebut sebab bagaimanapun akses jalan itu vital bagi masyarakat setempat.

Menanggapi keluhan warganya ini, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengakui kondisi jalan di Lobar banyak yang masih rusak. Karena itu, pihaknya melakukan pembangunan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Khusus untuk akses jalan yang dimaksud ditanami pohon di wilayah Meninting, pihaknya memastikan bakal dibangun tahun depan.

“Tahun depan saya rekonstruksi ulang jalan itu, termasuk dengan irigasi,” jelasnya.

Tidak saja jalur itu yang bakal dibangun, namun akses mulai dari Lingsar-Sesaot Narmada lalu tersambung ke Gunung Jae. Rekonstruksi jalan ini, tidak saja membangun jalan namun dilakukan pembenahan saluran irigasi supaya tidak terjadi kerusakan jalan akibat tidak adanya saluran irigasi. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here