Warga Mataram Perlu Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Sepekan Mendatang

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Sumber foto: pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan akan terjadi cuaca ekstrem hingga seminggu ke depan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap pohon tumbang dan gelombang pasang air laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor menyampaikan, berdasarkan prakiraan dari BMKG bahwa mulai tanggal 24 Februari hingga satu pekan kedepan akan terjadi cuaca ekstrem. Diperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kilat dan petir.

Iklan

Dengan kondisi tersebut rawan pohon tumbang, genangan air serta banjir. Genangan terutama di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Ampenan Tengah, Jalan Udayana, Airlangga, TGH. Ali Batu, Sriwijaya dan Cakra Utara. “Yang rawan itu pohon tumbang dan banjir,” kata Mahfuddin ditemui, Senin, 24 Februari 2020.

BPBD telah mengecek penyebab genangan di ruas jalan protokol tersebut. Hal ini disebabkan oleh kualitas drainase atau saluran yang buruk. Sedimentasi dan sampah menumpuk.

Untuk kawasan pinggir pantai selama seminggu kedepan tambah Mahfuddin, diperkirakan gelombang pasang sekira 0,5 – 1,5 meter. Artinya, kondisi ini masih dalam batas normal. Nelayan memilih tetap melaut tetapi mengambil arah ke Pantai Senggigi. “Nelayan tetap melaut. Tetapi ke arah Senggigi,” katanya.

Antisipasi cuaca ekstrem, BPBD mengaktifkan posko siaga bencana bersama organisasi perangkat daerah selama 24 jam. Patroli rutin dan melakukan tindakan manakala ditemukan kejadian seperti pohon tumbang dan genangan.

Oleh karena itu, selama sepekan ke depan, masyarakat diminta berhati-hati dan selalu waspada terhadap curah hujan lebat. Disarankan, tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Hal ini mengantisipasi peristiwa yang merugikan masyarakat. “Tetap waspada agar menjaga keselamatan dan tidak keluar jika tidak ada hal-hal mendesak,”demikian imbuhnya. (cem)