Warga Mataram Minim Bekerja ke Timur Tengah

Hariadi, S.IP.(Suarantb/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah telah membuka keran pengiriman tenaga kerja ke Timur. Pendaftaran melalui satu pintu pada perusahaan telah ditunjuk. Namun sampai saat ini, warga Mataram minim bekerja di sektor non formal ke Arab Saudi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Naker) Kota Mataram, Hariadi, S.IP menjelaskan, job fair yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB pekan kemarin, disambut antusias oleh calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang hendak mengadu nasib ke luar negeri, terutama ke Arab Saudi. Pemprov NTB, telah menunjuk satu perusahaan penyalur tenaga kerja. Selanjutnya, akan dikeluarkan rekomendasi oleh Disnaker kabupaten/kota.

Iklan

“Saya lihat di job fair memang masyarakat antusias sekali. Di NTB, cuma satu perusahaan saja ditunjuk sebagai penyalur tenaga kerja,” jelas Hariadi ditemui di ruang kerjanya pekan kemarin.

Dibukanya keran pengiriman calon PMI diharapkan masyarakat melalui jalur prosedur yang benar. Artinya, tidak lagi menggunakan jasa  calo, sehingga merugikan warga itu sendiri. Seperti kasus pemulangan lima warga Kota Mataram oleh Kemenaker baru – baru ini. Mereka terjaring razia petugas di Jakarta karena diduga sebagai korban perdagangan manusia.

Di Mataram ditambahkan Hariadi, masyarakat minim peminat bekerja di sektor non formal di Timur Tengah. Kecenderungan memilih bekerja ke Asia Pasifik seperti China, Korea, Jepang, Singapura dan Malaysia. “Mataram memang bukan kantong TKI,” klaimnya.

Masyarakat banyak memilih bekerja ke Arab Saudi selain faktor satu kepercayaan (mayoritas muslim). Juga, pekerja migran berniat melaksanakan ibadah umrah dan haji pasca kontrak kerja berakhir. Dari sisi penghasilan jauh lebih tinggi bekerja di Asia Pasifik. Di Arab Saudi rata-rata penghasilan di sektor non formal Rp5 juta.

Untuk pelatihan calon PMI biasanya disiapkan langsung oleh perusahaan penyalur. Pelatihan dari sisi bahasa, tata cara mengurus rumah tangga dan lainnya. Disnaker bertugas mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat dari sisi aturan. Hariadi mengimbau kepada masyarakat supaya tidak menggunakan jasa calo yang mengiming-imingi keuntungan. Namun sebaliknya merugikan masyarakat itu sendiri. (cem)