Warga Mataram Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Sejumlah warga mengantri untuk memperoleh tabung gas elpiji 3 kg di SPBU Mayura, Cakranegara, Kamis, 6 Agustus 2020. Masyarakat mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram sejak sebulan lalu. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram sejak sebulan lalu. Tingginya permintaan dinilai jadi pemicu, meski harga di tingkat pengecer masih stabil.

Pantauan Suara NTB, Kamis, 6 Agustus 2020, sejumlah pengecer mendatangi SPBU Mayura untuk mendapatkan tabung gas melon tersebut. Mereka rela mengantri untuk memenuhi permintaan warga. Pengelola pun membatasi jumlah pembelian. “Cuma dikasih beli 6 – 10 tabung,” sebut Devi, seorang pengecer.

Iklan

Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg dirasakan sejak sebulan lalu. Untuk dapat membeli, ia rela mengantri sejak pukul 08.30 wita. Tabung gas itu pastikan akan habis dalam waktu sekejap. “Paling kalau sudah dibawa ke kios langsung habis,” ucapnya.

Dia tidak tahu persis penyebab limitnya tabung gas itu. Rata – rata masyarakat terutama pedagang nasi maupun gorengan mengeluh karena kesulitan mencari. Adapun harga masih stabil karena dijual dengan cara ecer Rp18 ribu.

Hal senada dikatakan Khalid. Pemiliki kios di Kelurahan Karang Taliwang, Cakranegara ini mengaku kesusahan mencari elpiji 3 kilogram. Untuk mendapatkan harus ke SPBU dan itupun dibatasi pembeliannya. Tabung gas tidak bisa bertahan lama. “Kalau datang siang, nanti sore sudah langsung habis,” tuturnya.

Pembelian di SPBU maupun pengepul yang menjadi langganan tidak seperti hari normal. Selama sebulan 24 tabung gas elpiji 3 kg tidak pernah terisi penuh. Terkadang ia mendapat jatah 6 – 11 tabung. Sempat ditanyakan alasannya ke pengepul kenapa harus dibatasi. Kelangkaan dinilai jadi pemicu. “Katanya sih langka dari sana,” ucapnya.

Kondisi demikian sangat dirasakan dampaknya oleh pedagang. Apalagi di Karang Taliwang sebagian besar sebagai pedagang nasi. Rata–rata menggunakan tabung gas untuk memasak. Kelangkaan seperti saat ini menyebabkan mereka mengeluh. Khalid mengaku, harga tabung gas dibeli dari pengepul Rp16 ribu. Kemudian, ia menjual dengan harga Rp18 ribu/tabung.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin mengklarifikasi bahwa hasil pantauan sebenarnya tidak terjadi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg. Hanya terjadi permintaan yang meningkat di masyarakat. Untuk harga, sambungnya, sementara masih stabil. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here