Warga Mataram Belum Terima Santunan Kematian

Hj. Baiq Asnayati. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Disos) Kota Mataram sampai saat ini belum bisa menyalurkan santunan kematian bagi masyarakat. Padahal pengajuan yang diterima telah cukup banyak terkumpul.

Kepala Disos Kota Mataram, Baiq Asnayati menerangkan sampai saat ini telah ada 666 orang ahli waris yang mengajukan permohonan santunan kematian untuk keluarga yang telah meninggal dunia. Jumlah tersebut terkumpul sejak Januari 2021 lalu.

Iklan

“Sekarang kita masih mengajukan nota dinasnya ke Walikota. Ini memang belum ada satupun yang bisa kita cairkan, karena sempat ada perubahan sistem dari SIMDA (sistem informasi manajemen daerah) ke SIPD (sistem informasi pemerintah daerah),” ujar Asna saat dikonfirmasi, Minggu, 29 Agustus 2021.

Menurutnya, dengan perubahan sistem keuangan di pemerintah tersebut maka Peraturan Walikota (perwal) yang dibuat sebelumnya harus diubah lagi. Di mana perwal tersebut menjadi rujukan hukum Pemkot Mataram dalam menyalurkan santunan kematian.

“Karena itu kita baru bisa mengajukan nota dinasnya sekarang. Perwalnya harus kita sesuaikan dengan aplikasi SIPD. Kalau sudah turun nota dinas yang ditandatangani Walikota, baru kita bisa cairkan di BKD (Badan Keuangan Daerah) kemudian kita salurkan,” jelasnya.

Santunan kematian bagi masyarakat Kota Mataram sendiri telah dijalankan sekitar 10 tahun. Santunan tersebut sebelumnya disalurkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram. Namun sejak 2020 dialihkan ke Dinas Sosial Kota Mataram.

Besaran santunan kematian yang diberikan sebesar Rp500 ribu per kematian  yang diterima oleh ahli waris. Bantuan tersebut  sekaligus merupakan uang belasungkawa dari Pemkot Mataram kepada ahli waris warga yang meninggal.

Walaupun ada perubahan sistem, untuk pengajuan permohonan santunan kematian sendiri disebut Asna masih diakomodir Disos Kota Mataram. Untuk mekanisme pendaftaran, ahli waris cukup mendatangi Kantor Disos Kota Mataram atau meminta pengajuan melalui kelurahan.

Untuk persyaratan pencairan santunan tidak mengalami perubahan. Antara lain akta kematian, kartu tanda penduduk, dan kartu keluarga. Pengajuan Perwal telah masuk ke Bagian Hukum Setda Kota Mataram. Jika Perwal telah ditandatangani Walikota, pihaknya siap menyalurkan santunan kematian tersebut pada masyarakat yang telah terdata.

“Jadi kalau ada warga Kota Mataram yang meninggal, entah karena covid atau apa pun itu, asal dia melapor maka akan kita berikan santunan kematian,” tandas Asna. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional