Warga Masih Abaikan Prokes

Tempat pencuci tangan yang diletakan di Pasar Mandalika diacuhkan oleh pengunjung pasar, Jumat, 18 Desember 2020. Selain tidak dimanfaatkan untuk menerapkan prokes, pengaturan jarak masih menjadi pekerjaan rumah. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah kasus baru dan angka kematian pasien positif Coronavirus Disease atau Covid-19 di Mataram mengalami peningkatan. Aktivitas masyarakat cenderung normal, justru mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Angka kematian di ibukota provinsi NTB bertambah menjadi 93 kasus. Persentase kematian pasien positif di Mataram di atas rata – rata nasional mencapai 6 – 7 persen.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menerangkan, di tengah situasi sudah normal sangat memungkinkan persoalan angka terkonfirmasi positif Covid-19 dinamis. Tetapi diharapkan tren penurunan kasus beberapa pekan terakhir dapat dipertahankan kembali. “Tiga minggu terakhir ini kan tidak ada penambahan. Justru tren penurunan signifikan,” kata Nyoman, Jumat, 18 Desember 2020.

Penambahan kasus baru positif Covid-19 diklaim bukan faktor kelalaian masyarakat. Dia memperhatikan masyarakat secara ketat atau disiplin mengikuti protokol kesehatan. Nyoman menduga penambahan kasus disebabkan oleh aktivitas sosial masyarakat hampir normal. Di samping itu, aktivitas politik cukup intens sehingga terjadi penularan virus corona. “Saya kira bukan faktor kelalaian. Masyarakat cukup disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ucanya.

Data pasien terkonfirmasi positif merupakan orang – orang yang memiliki mobilitas tinggi. Klaster perkantoran muncul dan perlu diantisipasi. Langkah  konkret tim gugus tugas menekan penyebaran virus di antaranya, mengumpulkan stakeholder agar aspek pencegahan diprioritaskan. Di samping itu, penanganan dilakukan secara simultan.

Khusus pada perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru telah dikeluarkan surat edaran dan pelaku usaha serta pengelola destinasi wisata mentaati prokes. “Dari hasil rapat disepakati melarang perayaan tahun baru secara berlebihan,” katanya.

Meningkatnya jumlah kasus disinyalir masyarakat melalaikan protokol kesehatan. Salah satunya, mengatur jarak dan mencuci tangan. “Jaga jarak ini belum sepenuhnya di laksanakan. Mungkin ini akan jadi bahan evaluasi,” tandasnya.

Seperti diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 1.347 kasus. Dengan rincian 1.218 pasien dinyatakan sembuh, 36 masih dalam perawatan dan 93 orang meninggal dunia.

Diaktifkan

 

Pada bagian lain Nyoman menambahkan, Satgas Covid-19 Kota Mataram merekomendasikan segera dibentuknya pos-pos penjagaan di pintu masuk kota. Hal tersebut dinilai perlu untuk mencegah peningkatan eskalasi kasus penularan Covid-19 beberapa hari terakhir sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan oleh seluruh pihak.

“Kita belum tentukan kapan mulainya, tapi komitmen itu sudah terbangun pada rapat evaluasi Covid-19 di Mataram Kamis, 17 Desember 2020,” ujar  Nyoman. Sampai saat ini pengawasan tersebut telah ditentukan di beberapa titik pintu masuk utama Kota Mataram. Antara lain di Dasan Cermen, Gerimax Indah, dan Meninting. Termasuk di Tembolak Mataram, Rembiga, dan lain-lain.

 “Jumlahnya memang belum kita tetapkan, nanti kita lihat kondisi di lapangan juga. Kita siapkan sebelum natal untuk mengantisipasi natal dan tahun baru,” ujarnya. Pos penjagaan tersebut terutama mengawasi penerapan prokes oleh masyarakat yang hendak masuk ke Kota Mataram. Terutama penggunaan masker oleh pengendara serta penerapan jaga jarak. “Kalau tidak pakai masker kita akan suruh putar balik,” jelas Nyoman.

Di sisi lain, pihaknya juga akan mulai menyosialisasikan lagi penerapan penanganan Covid-19 berbasis lingkungan (PCBL) di masing-masing lingkungan di Kota Mataram. Menurutnya, pascapilkada 9 Desember lalu penerapan pola penanganan tersebut memang terpantau kendor.

“Fokus kita kemarin Lurah, Camat, TNI-Polri ke proses Pilkada. Jadi sepertinya agak sedikit kendor untuk penerapan protokol kesehatan. Dengan adanya evaluasi kemarin, kita jadikan momentum untuk menekankan lagi konsep-konsep dasar seperti PCBL,” ujarnya. (cem/bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here