Warga Lobar Positif Covid-19 Diduga Tertular di Pasar Mandalika

Iskandar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan pasien positif covid-19 nomor 357 insial Ny. NM diduga terpapar di pasar Mandalika, Mataram. Pasalnya, bersangkutan yang berprofesi sebagai pedagang kontak erat pedagang lain asal Mataram yang positif Covid-19.

Pihak Puskesmas dan desa serta kacamatan sudah melakukan pelacakan dan tes cepat terhadap keluarga pasien. Hasil Rapid test anak dan suami bersangkutan negatif. Kondisi pasien pun saat ini ditangani di RSUD Tripat dalam keadaan sehat.

Plt Kades Jagaraga, Iskandar menerangkan riwayat perjalanan bersangkutan tidak pernah keluar daerah yang terjangkit. Karena ia kesehariannya beraktivitas sebagai pedagang, maka pun rutin berjualan di pasar Mandalika. “Dia terkena (terpapar) di sana (pasar Mandalika, red),” terang dia. Pihaknya sudah mengunjungi pasien ke RSUD Gerung. Pasien saat ini dalam penanganan tim medis. Kondisi pasien dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

Pihaknya bersama tim Puskesmas sudah turun melakukan trakcing ke tempat tinggal bersangkutan. Setelah dilakukan tes cepat, tidak ada anggota keluarganya reaktif. “Suami dan adik-adiknya non reaktif,” tegas dia. Pihaknya juga sudah melakukan penanganan berupa penyemprotan di rumah berangkutan. Keluarga pasien juga dikarantina di rumah. “Kami bantu mereka makanan,” imbuh dia.

Kepala Dinas kesehatan Lobar, Hj Made Ambaryati mengatakan pasien merupakan pedagang terasi di pasar Mandalika. “Lapak jualannya bersebelahan dengan warga (pasien positif) yang jual ikan asin,” terang dia. Pasien ini sudah lama berjualan terasi di pasar Mandalika. Menurutnya ia tertular di pasar Mandalika.

Untuk penanganan selanjutnya, pihaknya sudah melakukan tracking terhadap keluarga dan tetangga yang bersangkutan. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan Rapid test terhadap 700 lebih warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif. Hasil Rapid tes tersebut, sebagian kecil yang reaktif. “Rapid tes ini kita upayakan 1.000 orang,” imbuh dia. Lebih jauh dijelaskan sampai saat ini jumlah pasien sembuh bertambah menjadi 35 orang dari 55 pasien positif. Sehingga tersisa 20 orang pasien positif yang ditangani di RSUD. Satu pasien sembuh adalah pasien nomor 277 insial D dari Desa Krame Jaye (her)