Warga Lobar Antusias Berkurban di Tengah Ekonomi Sulit Dampak Pandemi

Salah seorang anggota DPRD Lobar, H. Hamdi bersama warga masyarakat Dusun Telaga Lebur Dese, Sekotong antusias memotong hewan kurban, meskipun kondisi ekonomi sulit dampak dari pandemi Covid-19.

Giri Menang (Suara NTB) – Meskipun kondisi perekonomian masih terpuruk dampak pandemi Covid-19, tetapi tak menyurutkan semangat warga di Lombok Barat (Lobar) untuk berkurban. Begitu pula di kalangan Pemda Lobar, tetap menyalurkan hewan kurban meksipun tahun ini jumlah hewan kurban menurun drastis.

Di Dusun Telaga Lebur Dese, Kecamatan Sekotong, setelah melaksanan ibadah salat Idul Adha di Masjid, warga berbondong-bondong memotong hewan kurban. Mereka begitu antusias menyembelih hewan kurban seperti yang dianjurkan oleh ajaran agama. Di dusun berpenduduk 289 KK ini menyembelih tiga ekor sapi dan satu ekor kambing. Kadus Telaga Lebur Dese, Putrawadi mengatakan pada hari raya idul Adha 1442 H ini, warganya tetap melakukan pemotongan hewan kurban.

Iklan

Sapi berasal dari seorang pengusaha muda sukses yang setiap tahun memberikan hewan kurban. Setelah disembelih, pihak panitia menyalurkan daging kepada masyarakat. Takarannya, pun diatur sehingga bisa menyasar ratusan orang di lima dusun. “Pembagian daging kurban insya Allah untuk lima dusun,” ujarnya.

Lima dusun sasaran pembagian daging kurban, yakni Telaga lebur Dese, Loang Balok, Telaga Lebur Kebon, Suradadi, dan Dusun Montong Galih. Penyembelihan dan pembagian hewan kurban ini juga atas dukungan penuh anggota DPRD Lobar, H. Hamdi yang juga warga setempat.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Lombok Barat, H. Maksum, M.Pd., menerangkan, penyaluran hewan kurban di Pemkab Lombok Barat menurun pada hari raya Idul Adha tahun ini. Kondisi Pandemi covid-19 menyebabkan jumlah hewan kurban yang disumbangkan OPD dan sejumlah pihak berkurang drastis. Namun hal ini tak mengurangi semangat dan kekhusyukan warga memperingati hari besar Islam ini. Pada idul Adha kali ini Pemda menyalurkan hewan kurban dari OPD, instansi, dan pihak terkait sekitar 29 ekor kambing dan 12 ekor sapi.

“Jelas menurun tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Lebih-lebih di masa pandemi Covid-19 ini terus yang dihawatirkan masyarakat kan bilamana varian baru ini menyebar,” terang Maksum.

Dikatakannya, penurunan ini disebabkan pandemi dan rasionalisasi anggaran. Dibanding tahun sebelumnya, pihaknya bisa menyalurkan di atas 50 hingga 60 ekor kambing dan 20 lebih ekor sapi. Penyaluran hewan kurban ini tidak saja hidup, namun juga sudah dipotong atau berupa daging. Kurban disalurkan ke LKSA, ponpes, TPQ lembaga tahfiz, pengurus masjid, remaja masjid, LKS peduli masyarakat, dan masyarakat yang kurang mampu. “Yang menyalurkan adalah panitia penerima dan penyaluran hewan kurban atau PHBI Lobar yang diketuai oleh pak Asisten 1,” ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional