Warga Leneng Keluhkan Limbah RSCM

Warga menutup akses masuk ke RSCM Leneng Praya, Minggu, 7 Februari 2021. Warga memprotes dugaan pencemaran limbah rumah sakit tersebut.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Puluhan warga Kelurahan Leneng, Praya, Lombok Tengah (Loteng), Minggu, 7 Februari 2021 mendatangi Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM) Praya. Warga mengeluhkan dugaan kebocoran pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit setempat. Akibatnya, limbah rumah sakit diduga mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan bau yang kurang sedap.

Aksi tersebut merupakan yang kedua kalinya. Setelah pada Sabtu, 6 Februari 2021 , warga juga sempat mendatangi rumah sakit tersebut, untuk menyampaikan keluhan yang sama pula. Warga pun meminta pihak rumah sakit untuk menghentikan aktivitas dan pelayanan, bahkan bila perlu ditutup sampai persoalan limbah tertangani.

Iklan

Warga juga sempat mempertanyakan kelengkapan izin pendirian rumah sakit, dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) serta kelengkapan administrasi lainnya. “Intinya, warga minta persoalan limbah segera ditangani. Jika tidak, warga meminta aktivitas rumah sakit dihentikan sementara,” ujar warga.

Karena kesal, warga sempat memblokase akses masuk ke rumah sakit menggunakan kursi, kayu serta bambu yang ada disekitar rumah sakit. Warga mengaku sudah tidak tahan dengan pencemaran limbah yang terjadi. Apalagi akibat pencemaran tersebut menimbulkan bau menyengat yang dirasakan warga sekitar.

Direktur RSCM Praya, dr. Philip yang menemui warga menegaskan kalau RSCM sudah memiliki izin operasional lengkap. Termasuk pengelolaan limbahnya. Hanya saja, pihaknya mengaku kalau tampungan limbah yang ada tidak mampu menampung air hasil pengolahan limbah rumah sakit sebagai akibat curah hujan yang tinggi.

“Sebenarnya daya tampung pengolahan limbah yang ada terpakai sejauh ini baru sekitar 75 persen. Tapi karena curah hujan yang tinggi, membuat tampungan penuh,” sebutnya. Untuk itu, sebagai solusi jangka pendek pihaknya akan menyedot limbah yang ada. Supaya tidak meluap kelingkungan sekitar.

Adapun untuk solusi jangka panjang, pihak rumah sakit sudah mengajukan izin pembangunan IPAL yang baru. Dengan daya tampung empat kali lipat dari yang ada sekarang. Supaya kasus-kasus seperti sekarang ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Tapi itu butuh proses paling tidak hingga enam bulan. Belum lagi proses pembangunanya.

Sementara itu, Lurah Leneng, Isnaini saat dikonfirmasi terkait persoalan limbah rumah sakit tersebut mengatakan pihak kelurahan akan coba memediasi warga dengan RSCM. Guna mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut. Harapanya, apa yang menjadi tuntutan warga bisa terpenuhi, aktivitas rumah sakit bisa tetap berjalan. “Insya Allah besok Senin (hari ini,red) kita mediasi,” jawabnya singkat. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional