Warga KLU Ditemukan Tewas Terseret Ombak di Pesisir Pantai Teluk Elong-Elong Sembalun

Nelayan asal KLU ditemukan tewas terseret ombak di Pesisir Pantai Teluk Elong-Elong Sembalun, Jumat, 7 Agustus 2020.(Suara NTB/Polsek Sembalun)

Selong (Suara NTB) – Masyarakat Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) digegerkan adanya penemuan jenazah laki-laki yang tergeletak di Pesisir Pantai Teluk Elong-Elong Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Korban, Sirnadi, warga Dusun Srimenganti, RT 04, Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Penemuan jenazah laki-laki di Pesisir Pantai Teluk Elong-Elong Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun, pada hari, Jumat tanggal 7 Agustus 2020 pukul 17.30 wita. Saat ditemukan, jenazah korban tanpa identitas.

Iklan

Kapolsek Sembalun, Iptu. Lalu Panca Warsa, SH, mengatakan, petugas piket SPKT Polsek Sembalun yang mendapat laporan tersebut kemudian berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sembalun dan kemudian mendatangi lokasi tersebut. Setiba di lokasi, terdapat kerumunan warga dan juga petugas Kepolisian Resort Lombok Utara bersama Team SAR Kabupaten Lombok Utara.

Dari keterangan petugas di TKP, berdasarkan keterangan petugas tersebut. Diketahui korban pada Minggu, 2 Agustus 2020 sekitar pukul 23.30 wita. Korban mengalami kecelakaan perahu yang terbalik di perairan laut wilayah Kabupaten Lombok Utara yang jenazahnya belum ditemukan. Pihak keluarganya meyakini bahwa jenazah tersebut adalah keluarganya yang hilang, berdasarkan pakaian yang masih menempel pada jenazah tersebut.

Petugas Puskesmas dengan didampingi oleh Petugas Kepolisian melakukan pemeriksaan luar jenazah yang mana kondisi jenazah sudah nampak bengkak dan mengeluarkan bau tak sedap (membusuk). Jenazah korban kemudian dibungkus dan dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk tindakan lebih lanjut.

Pihak keluarga berkeinginan segera membawa jenazah tersebut pulang ke Lombok Utara untuk pemakamannya. Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah yang dialami oleh korban.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, dilaporkan perahu terbalik dan orang tenggelam, Minggu tanggal 2 Agustus 2020 sekitar pukul 23.30 Wita bertempat di Pantai Jumbrik, Dusun Barung Birak, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, KLU. Korban bersama pelapor pergi memancing dengan menggunakan perahu mesin berukuran sekitar 5 meter berbahan fiber.

Pada awalnya korban bersama pelapor berangkat sekitar pukul 20.00 Wita dari pantai Labuhan Carik menuju pantai Nurul Bayan, sekitar pukul 20.15 Wita. Korban bersama pelapor sampai di pantai Nurul Bayan, kemudian sekitar pukul 21.00 Wita korban dan pelapor berpindah lokasi menuju Pantai Jumbrik.

Sekitar pukul 21.30 Wita, korban bersama pelapor sampai di lokasi kejadian, kemudian sekitar pukul 23.30 Wita, tiba-tiba perahu yang dinaiki korban dan pelapor terbalik. Pada saat itu korban dan pelapor berenang menuju pantai, sesampai di pantai pelapor beristirahat sambil menunggu korban.

Sekitar lima belas menit menunggu, pelapor mulai merasa cemas karena korban tidak kunjung sampai di pantai dan kemudian pelapor berjalan kaki mencari korban di pesisir Pantai Jumbrik hingga Pantai Labuhan Carik. Sekitar pukul 00.30 Wita pelapor pulang ke rumah korban dan memberitahukan kepada keluarga korban bahwa korban tenggelam di Pantai Jumbrik dan belum ditemukan. Selanjutnya, pelapor bersama keluarga korban langsung mencari bantuan kepada rekan nelayan di sekitar Pantai Labuhan Carik. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here