Warga Khawatir Flu Burung, 67 Ekor Ayam Mati Mendadak di Loteng

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak 67 ekor ayam dilaporkan mati mendadak tanpa sebab yang jelas pada Selasa, 11 April 2017 malam. Kejadian tersebut terjadi di Kampung Tatak, Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Menurut salah seorang warga, Syawaluddin yang memantau langsung kejadian tersebut, para pemilik ayam tidak menemukan tanda-tanda aneh sebelum ayam mereka mati secara mendadak.

Iklan

“Setelah magrib itu ada beberapa warga keluar rumah minta ayamnya disembelih, kemudian semakin banyak yang keluar dan kejadiannya sama, awalnya ayamnya sehat tiba-tiba jatuh begitu saja,” jelasnya.

Ia sendiri kemudian mengecek di beberapa tempat lain dan menemukan kasus yang sama. Pencarian kemudian diperluas di seluruh kampung, dan rata-rata setiap rumah terjadi hal yang sama.

Ia menuturkan, dalam dua hari, banyak  ayam milik warga setempat tidak kembali ke kandang. “Kalau menurut warga itu pasti mati, dan memang beberapa ditemukan mati dan bangkainya dilempar ke sungai oleh mereka,” ungkapnya.

Bedasarkan hasil pantaunnya ke setiap rumah pada Selasa malam, Syawaludin menjelaskan bahwa dirinya menemukan 67 ekor ayam yang mati. Jumlah tersebut jika ditambah dengan ayam yang tidak kembali ke kandang  bisa mencapai 100 ekor lebih.

Menurutnya, kasus matinya ayam secara mendadak juga dialami  kampung tetangga yang berdekatan dengan kampung Tatak. “Saya coba konfirmasi ke kampung tetangga, bulan lalu katanya kondisi ayam mati itu juga serempak di sana,” imbuhnya.

Ia sendiri mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Terlebih beberapa warga telah menyembelih beberapa ayam mereka yang belum mati untuk dapat dikonsumsi. “Banyak warga yang menyembelih ayam itu, karna kalau ndak gitu mati ayam itu,” katanya.

Menurut Syawaludin, di kampung tersebut memang tidak ada peternakan unggas dalam skala besar. Namun, hampir setiap warga memelihara ayam di rumah mereka.

Sejumlah warga mengatakan hal tersebut disebabkan oleh penyakit ayam biasa. Namun ia tetap berharap agar dinas terkait dapat memeriksa kondisi yang terjadi.

“Kalau ada unggas mati mendadak kan kita trauma juga, apalagi isu flu burung sempat beredar beberapa tahun lalu,” jelasnya.
Terlebih, kasus ini bukan satu atau dua kali terjadi. Tetapi beberapa kali sehingga ia menilai kasus ini perlu ditangani segera oleh dinas terkait. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here