Warga Keluhkan Pengelolaan Pantai Ketapang Diambil Alih Desa

Puluhan warga Dusun Ketapang, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya mengadu ke Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim terkait pengelolaan Pantai Ketapang yang diambil pemerintah desa.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Puluhan warga Dusun Ketapang, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya mengadu ke Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur (Lotim) terkait pengelolaan Pantai Ketapang, Senin, 31 Mei 2021. Mereka mengeluh, lantaran pantai yang lama dikelola oleh warga setempat, saat ini diambil pengelolaannya oleh pemerintah desa setempat.

Jayadi, salah satu warga ditemui di kantor Dispar Lotim mengatakan, sebelum pantai Ketapang dilirik banyak wisatawan, masyarakat setempat yang berinisiatif untuk mengembangkan kawasan pantai secara swadaya. Sehingga sangat disayangkan tindakan dari Pemdes yang mengambil alih pengelolaan Pantai Ketapang ketika mulai terkenal.

Iklan

“Pemdes ingin mengambil alih pengelolaan dengan cara membuat Pokdarwis dan pembuatan Pokdarwis itupun tanpa sepengetahuan masyarakat. Ini tentu sangat kita sayangkan,” tuturnya.

Jayadi juga mengatakan, meskipun masyarakat yang mengelola sejak awal, pihaknya tetap berkontribusi terhadap desa. Begitupun dalam pengelolaannya, masyarakat tetap mengikuti arahan dari desa mulai dari aturan dan retribusi. “Dari awal kita mengelola, tetap berkontribusi untuk desa, hasilnya kami bagi dua dengan desa. Aturannya juga diatur desa, termasuk masalah tiket,” katanya.

Untuk itu, kedatangannya ke Dispar Lotim diharapkan dapat menentukan jalan tengah terkait pengelolaan Pantai Ketapang. Terutama pengelolaan yang tetap melibatkan masyarakat setempat dan pengelolaan destinasi wisata. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional