Warga Kediri Desak Direksi PDAM Dirombak

DEMO - Pelanggan PDAM Giri Menang saat demo di depan Kantor PDAM Giri Menang Cabang Gerung, Rabu,  31 Oktober 2018. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan warga Kediri Kecamatan Kediri Lombok Barat (Lobar) menggelar aksi di depan kantor PDAM Cabang Gerung. Aksi ini sebagai buntut akumulasi kekecewaan warga terhadap pelayanan PDAM. Air PDAM hampir 3-4 bulan lamanya tak lancar mengalir ke daerah setempat. Kalaupun ada air mengalir, warga terpaksa begadang hingga dini hari baru air PDAM datang. Warga pun mendesak agar pelayanan PDAM dibenahi, jika tidak bisa dibenahi sebaliknya direksi diganti atau dirombak.

Massa yang dikomandoi oleh Ahmad Sahib dan Amin, datang ke kantor PDAM menggunakan kendaraan roda dua dan roda tiga. Sambil membawa poster bertuliskan protes terhadap PDAM, mereka berorasi di depan kantor plat merah tersebut. Ahmad Sahib, Koordinator Aksi, menyoroti terbatasnya air di Desa Kediri yang sudah berlangsung lama.

Iklan

Kondisi menjadi kendala utama warga dalam memenuhi kebutuhan air setiap hari, bahkan untuk mendapatkan air saja warga terpaksa harus rela begadang hingga larut malam bahkan sampai Subuh untuk menunggu  mendapatkan tetesan air.

Persoalan ini, lanjut Sahib, sudah beberapa kali dikeluhkan warga. Menurutnya seharusnya keberadaan PDAM di tengah masyarakat itu, ketika dalam musim kemarau atau kondisi panas seperti ini bisa menjamin kebutuhan masyarakat. PDAM itu harus bisa memfasilitasi bak penampungan air minum yang harus disebarkan kepada para pelanggan.

Sementara Sekretaris PDAM Giri Menang, Syahrir Syair yang menjawab aspirasi  masyarakat saat itu, kalau masalah distribusi air limit dikarenakan gempa beberapa waktu lalu. Hal ini  menyebabkan srtruktur tanah berubah dan mengurangi  sumber air kurang lebih 30 sampai 40 persen. Kemudian adanya kerusakan pipa yang ada di jalan membuat terganggu. Seperti perbaikan di depan Kantor Pelayanan  Kediri. Tetapi ada solusi jangka panjang dengan membuat sumur bor di kantor pelayanan Kediri.”Kalau ini bisa disetujui dan masyarakat menjamin keamanan, besok pagi langsung kita buat solusinya dengan bangun sumur bor di di sana,” janjinya.

Terkait dengan masalah retribusi sampah, katanya, tidak ada kaitan dengan PDAM sebab pihak terkait hanya dititipi pengelolaan dana itu oleh Dinas Lingkungan Hidup. Pihak PDAM hanya menarik untuk memudahkan pengumpulan dana dari masyarakat, sesuai perjanjian dan  perintah dari bupati. Namun dana retribusi tersebut tidak dikelola oleh PDAM. “Begitu selesai diterima kami akan menyerahkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup,”jelasnya. (her)