Warga Karang Bongkot Keluhkan Material Pembangunan RTG Tak Layak

Warga Karang Bongkot mendatangi kantor desa memprotes material bantuan gempa yang tak layak dan harganya diduga digelembungkan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi menggelar aksi protes bantuan korban gempa ke kantor desa setempat, Selasa,  9 April 2019.  Mereka mempertanyakan terkait harga material yang diduga di-mark up atau digelembungkan, lantaran harganya yang sangat tinggi dibanding harga pasar. Harga beberapa material yang digelembungkan, seperti cat senilai Rp450 ribu,  harga spandek Rp50 ribu dan material lainnya. Warga juga mengeluhkan material yang tak layak pakai lantaran sudah dimakan rayap dan dana bantuan untuk ongkos tukang dipotong dengan kisaran Rp 400-500 ribu.

Aksi warga mendatangi kantor desa sekitar pukul 09.00 wita.  Mereka langsung ditemui oleh Kades Karang Bongkot H. Saimi, sekretaris desa,  pokmas dan para petugas fasilitator serta aparat dari TNI-Polri. Menurut perwakilan warga Dusun Karang Bongkot, Athar harga material yang ada dalam RAB korban gempa tak masuk akal, karena dinilai terlalu tinggi.

Iklan

Warga mempertanyakan harga cat yang di pasaran Rp 70 ribu satu ember berisi 5 kilogram, namun dinaikkan menjadi Rp 450 ribu. Selain itu harga kayu yang terlalu tinggi. “Kayunya juga tak layak pakai dimakan rayap tapi dijual Rp 5 juta per kubik padahal dengan kualitas kayu seperti itu harganya hanya Rp 2 juta hingga Rp1.800.000 per kubik. Kalau kayu kualitas bagus (kayu jati, red) harganya Rp 4.600.000 per kubik,”keluh dia

Sementara itu, pengurus pokmas mengakui kebobolan atau kecolongan terkait adanya harga material yang tinggi di RAB. “Harga cat itu memang kami akui kebobolan (kecolongan), kami fair-fair saja material ini kenapa kebobolan, karena dari harga itu agak sedikit naik,” jelas dia.

Pihaknya sudah memberikan keleluasaan kepada warga penerima bantuan ini, kalau tidak sesuai harganya bisa dilakukan penggantian. Kepala Desa Karang Bongkot H Saimi mengatakan pihaknya menindaklanjuti persoalan keluhan warga soal harga dan material yang tak layak tersebut. Terkait dinaikkan harga material jelas dia menurut keterangan pokmas dan fasilitator untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga secara tiba-tiba. “Terkait persoalan ini akan diselesaikan secara musyawarah antara warga dengan pokmas,” jelas dia.

Sementara itu fasilitator M Rais, mengatakan bahwa terkait harga di RAB ini telah disepakati bersama dengan warga. Hasil kesepakatan itulah kata dia yang diusulkan ke BPBD. “Harga material di RAB sudah dibahas bersama semua pokmas”imbuh dia.

Terkait adanya kelalaian atau kecolongan terkait harga di RAB, menurut dia bukan lemahnya di pengawasan. Menurut dia hal ini hanya masalah miskomunikasi. (her)