Warga Jurit Baru Digegerkan dengan Penemuan Mayat

Warga dan petugas melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di kali yang ada di Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela, Jumat, 26 November 2021. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Warga Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur (Lotim) digegerkan dengan penemuan mayat, Jumat, 26 November 2021.   Mayat ditemukan warga setempat di kali perbatasan Dusun Sukatani dengan Dusun Kesambik Elen, Desa Jurit Baru.

Kapolsek Pringgasela Iptu Muhammad Zulmajdi dalam keterangan resminya menerangkan identitas mayat ini bernama Sahruni, usia 45 tahun. Sahruni adalah ibu rumah tangga beralamat di Dusun Kesambik Elen, Desa Jurit Baru.

Iklan

Mayat ditemukan oleh Adi Apriandi, 38 tahun. Petani yang berasal dari Dusun Semertak Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten Lotim.

Mayat ditemukan Adi sekira 07.30 Wita, Jumat. Mayat berada di saluran irigasi Dusun Kesambik Elen Desa Jurit. Kaget dan takut, Adi  berteriak kepada teman-temannya dan melaporkan penemuan mayat tersebut ke Kepala Dusun Kesambik Elen, Amaq Rodi.

Pukul 08.00 wita, Polisi bersama dengan warga setempat mendatangi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pengamanan serta  menghubungi Puskesmas Pringgasela untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

Bersama dengan petugas kesehatan Puskesmas Pringgasela, mayat yang sudah dikenal identitasnya itu dibawa ke rumahnya. Hasil pemeriksaan  utama melakukan evakuasi terhadap korban untuk dibawa ke rumah korban selanjutnya  melakukan pemeriksaan oleh petugas medis.

Salah satu petugas medis Puskesmas Pringgasela, Dr Gigih Pratama, menerangkan  tidak ditemukan tanda tanda bekas kekerasan.  Diperkirakan, korban sudah lama meninggal dan baru ditemukan. “Lebih dari 48 jam jenazah baru ditemukan sehingga sudah terjadi pembusukan, ” terangnya.

Menurut penuturan suami korban, Sapri dan orang tua korban, H. Sahruni, korban meninggalkan rumah sejak hari Rabu, 24 November 2021 sekitar jam 16.30 Wita. Korban disinyalir mengalami gangguan jiwa.

Penyebab kematian korban/jenazah belum bisa disimpulkan dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah serta menolak untuk dilakukan autopsi dan tidak akan mempermasalahkan peristiwa ini secara hukum ataupun pidana dengan membuat surat pernyataan dan surat pernyataan penolakan autopsi. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional