Warga Jerowaru Masih Krisis, 70 Tangki Air Bersih Didistribusikan Tiap Hari

MOBIL TANGKI - Mobil tangki pengangkut air bersih yang sedang mengambil air dari Lingkok Tutuk untuk selanjutnya dibagi-bagikan ke warga secara gratis. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Warga Lombok Timur (Lotim) bagian selatan, khususnya Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih membutuhkan air bersih. Sehari sedikitnya 60-70 tangki ukuran 5.000 liter didistribusikan pemerintah daerah kepada warga. Bahkan jika dituruti semua sehari bisa tembus 150 tangki yang harus tersedia untuk bisa memenuhi semua kebutuhan warga.

Hal ini diungkapkan Camat Jerowaru, Kamarudin kepada Suara NTB, Sabtu,  1 Desember 2018. Dia menjelaskan, mobil-mobil tangki milik warga justru yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih yang diambil dari Lingkok Tutuk. “Jumlah mobil tangki warga yang beroperasi sebanyak 20 unit, kita sudah ada kerjasama dengan warga,” ungkapnya.

Iklan

Camat Jerowaru ini mengaku justru kewalahan melayani permintaan warga. Disebut, jumlah penduduk se Kecamatan Jerowaru ini mencapai 40 ribu lebih yang mendiami 15 desa. Desa Jerowaru yang sebelumnya tidak pernah minta beberpa hari terakhir ini sudah minta dikirimkan air  bersih.

Air Lingkok Tutuk sempat disentil Bupati H. M. Sukiman tidak boleh diambil airnya untuk diperjualbelikan. Namun air tersebut akan dibagikan secara gratis oleh warga dengan biaya pengangkutannya dari pemerintah daerah.

Air Sumur Tutuk mulai dibagi-bagikan ke warga secara gratis dan tidak boleh diperjual belikan. Namun air adalah kebutuhan pokok yang setiap saat digunakan warga. Air dari pemerintah daerah diakui tidaklah cukup unttuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga banyak juga warga yang terpaksa masih membeli.

Sejumlah warga ada yang mengambil jasa penjualan air bersih ini. Tidak diambil dari Lingkok Tutuk, namun tempat-tempat lain ada di sekitar Lingkok Tutuk. “Di dekat Lingkok Tutuk ini sekarang sudah ada tiga unit sumur bor yang airnya diperjualbelikan,” ungkapnya.

Pengambilan air saat ini sudah tidak kesusahan lagi, karena banyak pilihan. Mobil tangki yang digunakan pemerintah daerah ini sudah dibayar tergantung jarak tempuhnya. Mulai dari Rp150 ribu sampai Rp 250 ribu. “Tergantung jauh dekatnya,” imbuhnya.

Melihat intensitas pengangkutan diakui memang cukup banyak dana yang dikeluarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Jika dirata-ratakan Rp 200 ribu dikalikan 70 mobil tangki, maka Rp 14 juta sehari harus dikeluarkan pemerintah untuk biaya distribusi air  bersih.

“Memang banyak sekali., makanya kita berdoa dan berharap moga segera air hujannya bisa dimanfaatkan oleh warga,” harapnya. Diyakini, seperti kejadian tiap tahunnya, kalau hujan terus menerus maka bisa dihentikan pendistribusian air. Pemerintah inginnya bisa mengirit, namun warga mendesak dan meminta untuk dikirimkan air. Sehingga mau tidak mau harus dilayani dengan baik. “Kita tetap akan melayani permintaan warga,” demikian. (rus)