Warga Gawah Pudak Tuntut Akses Jalan dan Sungai Segera Ditangani

Kondisi sungai di dusun Gawah Pudak kecamatan Sekotong, Lobar, yang mengalami sedimentasi dan memicu banjir. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Dusun Gawah Pudak Desa Sekotong Barat kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), mengeluhkan kondisi jalan tanah rusak parah. Menyusul dampak bencana banjir beberapa waktu yang lalu mengakibatkan akses jalan itu rusak.

Tidak hanya akses jalan, sungai yang terdampak dan memicu banjir di daerah itu mendesak ditangani. Lantaran daerah itu menjadi langganan banjir tiap tahun. Hal ini dikatakan Kepala Dusun Gawah Pudak, Suhandi mengatakan dusunnya yang dihuni 120 KK menjadi langganan banjir tiap tahun. Dia mempertanyakan penanganan pascabencana yang dilakukan Pemda. Terutama pengerukan atau normalisasi sungai di sana. Sungai dengan panjang 1,5 kilometer ini perlu segera dikeruk karena sudah dangkala.

Iklan

Selain pengerukan, perlu dipasang beronjong dan sodetan kali. “Karena kalau ndak, kasihan masyarakat, tiap tahun dilanda banjir. Bahkan ada korban jiwa,” kata dia. Pihak dusun sendiri sering kali mengusulkan penanganan jalan dan sungai ini, hanya saja belum direspon. Termasuk jalan antar desa di dusun itu tidak pernah disentuh. Di samping itu, saluran drainase di daerah itu juga terputus sehingga tidak bisa berfungsi maksimal.

Sementara itu Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana mengatakan pihaknya terus mengupayakan penanganan sarana prasarana yang terdampak banjir. Bahkan pihaknya sudah menghitung dan mengusulkan penanganan ke Pusat. “Kami akan terus upayakan. Kami sudah hitung dan usulkan,” ujarnya. Untuk penanganan darurat ada di BPBD. Sedangkan penanganan pascadarurat atau permanen dilakukan Dinas PU. Namun demikian tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional