Warga Dompu Jadi TKI Turun Signifikan

Dompu (Suara NTB) – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dompu yang merantau ke luar negeri turun signifikan. Dari 703 orang yang berangkat 2016 lalu kini tersisa 374 orang. Tumbuhnya program jagung yang dicanangkan pemerintah daerah diklaim membuat TKI mencari nafkah ke negeri orang ini berkurang.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Dompu, M. Nursalam mengakui turunnya jumlah TKI ke luar negeri tersebut.

Iklan

“Ini mungkin efek dari boomingnya program jagung, jadi masyarakat lebih memilih bekerja di daerah saja,” kata dia kepada Suara NTB di ruang kerjanya.

Mengacu pada data terakhir pihaknya itu dipastikan penurunannya mencapai 50 persen, dan didorong untuk terus ditekan dengan cara menggaungkan program unggulan di daerah. Menurut dia, angkatan kerja yang ada saat ini lebih memilih bertani jagung ketimbang merantau keluar negeri dengan hasil yang tak jauh berbeda.

Sementara untuk negara tujuan beberapa tahun terakhir ini masih didominasi Malasya dengan TKI yang tersisa 106 orang, disusul Brunai Darussalam 96 orang, Taiwan 75 orang Singapura 57 orang, Hongkong 38 orang dan masing-masing satu orang di Bahrain dan Korea Selatan. “Untuk tahun ini masih didominasi Malasya untuk Negara tujuannya,” ujar dia.

M. Nursalam mengungkapkan, selain efek berkembangnya program jagung Disnaketrans pun sebenarnya ingin menekan pemberangkatan TKI keluar negeri, terutama mereka yang bekerja disektor non formal seperti perkembunan, pembantu rumah tangga dan sejenisnya. Sedangkan untuk pekerja formal diharap terus bertambah tiap tahunnya.

Disinggung nasib TKI yang pulang setelah beberapa tahun merantau, M Nursalam mengaku tak mengetahuinya secara pasti. Sejatinya memang TKI purna tersebut mejadi tanggung jawab pemerintah untuk diberikan pembinaan agar sukses dengan modal yang telah dibawa pulang.
“Tapi memang kekurangan kita selama ini ya disitu, hanya pemerintah pusatlah yang punya program itu,” pungkasnya. (jun)