Warga di Dalam Area Sirkuit Mandalika Mulai Kosongkan Lahan

Sebanyak delapan dari 48 kepala keluarga (KK) yang menempati lahan HPL di area proyek pembangunan Sirkuit Internasional Mandalika mulai mengosongkan lahan yang ditempatinya. Pengosongan lahan berlangsung sejak Sabtu, 28 Agustus 2021. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak delapan dari 48 kepala keluarga (KK) yang menempati lahan HPL di area proyek pembangunan Sirkuit Internasional Mandalika mulai mengosongkan lahan yang ditempatinya. Untuk selanjutnya pindah ke lokasi tempat relokasi sementara yang sudah disiapkan. Warga melakukan pengosongan secara mandiri setelah mendapat penjelasan dari pihak ITDC.
‘’Pengosongan lahan sendiri sudah berjalan sejak Sabtu (28/8) lalu,’’ sebut Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro, dalam keterangan yang diterima Suara NTB, Selasa, 31 Agustus 2021. Di mana warga secara sukarela dan mandiri membongkar sendiri rumah dan sejumlah aset miliknya. Semua proses pengosongan lahan dan pembongkaran rumah warga berjalan aman dan lancar.

Secara khusus, pihaknya pun memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga yang telah bersedia mengosongkan lahan HPL milik ITDC yang ditempatinya. Itu sebagai bentuk dukungan warga untuk kelancaran proses pembangunan Sirkuit Internasional Mandalika dan pengembangan kawasan The Mandalika secara lebih luas lagi.

Iklan

‘’Semua ini tidak terlepas dari upaya pendekatan humanis dan sosial yang terus dilakukan secara konsisten serta pengertian dari warga yang menempati lahan ini. Relokasi mandiri ini semakin menunjukkan bukti komitmen kami untuk menghindari proses gusur atau pindah paksa terhadap warga yang menempati lahan ITDC,’’ tambahnya.

Ia menjelaskan, ke delapan keluarga yang melakukan pengosongan lahan tersebut sebelumnya menempati dua bidang tanah HPL ITDC seluas 2.890 meter persegi dan 3.250 meter persegi di wilayah Dusun Ujung Lauk Desa Kuta. Di mana total sebelumnya ada 48 KK yang masih tinggal di dalam area proyek pembangunan sirkuit internasional Mandalika.

Tersebar di tiga bidang lahan enclave serta 11 bidang lahan berstatus HPL ITDC. “Khusus untuk tiga bidang lahan enclave saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan dengan pemilik lahan yang masuk dalam Penlok (penetapan lokasi ) 1 kawasan The Mandlaika. Sementara untuk warga yang menempati lahan yang masuk HPL ITDC, kita telah menyiapkan sejumlah solusi untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi,” terang Bram.

Misalnya, telah disiapkan dua tunnel (terowongan) untuk akses keluar masuk dari dan ke dalam area dalam sirkuit Mandalika. Ditambah tambah akses jalan baru di pinggir service road sebagai akses menuju Pantai Seger. Dalam waktu dekat ini pihaknya juga telah menyiapkan program pemberdayaan bagi warga setempat.

Melalui program tersebut nantinya warga diharapkan bisa ikut berperan dalam penyelenggaraan event balap internasional yang digelar di kawasann The Mandalika. “ITDC juga menyiapkan tempat yang layak untuk memberi kesempatan berusaha di Bazaar Mandalika serta dalam jangka menengah akan merelokasi warga ke lokasi permanen di sarana hunian wisata yang tengah disiapkan oleh pemerintah pusat,” ujarnya. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional