Warga di 11 Desa Sudah Terima Buku Rekening Jadup

Pelayanan pembagian jadup di Kantor Desa Genggelang belum lama ini. Warga di 11 desa di KLU sudah menerima jadup dari pemerintah. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Manajemen BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tanjung masih dalam proses menyalurkan dana bansos jadup (jaminan hidup) korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hingga Selasa, 19 Januari 2021, tercatat warga di 11 desa sudah memperoleh buku rekening jadup.

“Alhamdulillah sudah 11 desa dan besok (hari ini) sudah 12 desa. Total KK (kepala keluarga) yang terbagi sudah mencapai kurang lebih 13.000,” ujar Pemimpin BNI KCP Tanjung, Raden Bagus Gatot Sucipto, Selasa, 19 Januari 2021.

Iklan

Ia menyebut, pelaksanaan pembagian dana jadup secara umum berjalan aman dan lancar. Hanya sedikit kendala yang membuat proses terhambat, misalnya warga penerima tidak hadir tepat waktu di kantor desa setempat atau lokasi pembagian buku rekening.

Pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh masyarakat di semua desa yang tercatat namanya sebagai penerima jadup akan selesai terlayani sampai akhir Januari mendatang. Sebab geografi dan topografi wilayah tempat masyarakat berdomisili turut mempengaruhi proses pembagian.

“Belum bisa kita pastikan selesai Januari, karena kondisi letak dusun yang cukup jauh. Sementara ini, yang sudah terlayani adalah Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Gangga,” tambahnya.

Pantauan koran ini, proses pembagian jadup cukup lancar. Masyarakat per dusun lebih dulu dibagi antreannya per 30-45 menit. Pada proses pembagian ini, BNI membuka pelayanan dari pagi hingga sore hari melibatkan sejumlah staf. Setiap penerima jadup dilayani kurang dari 1 menit. Namun bisa memakan waktu apabila syaratnya kurang lengkap, misalnya tidak ada Surat Kuasa atau Surat Keterangan Ahli Waris. Dengan demikian, untuk menuntaskan pembagian rekening di satu desa, BNI menghabiskan waktu antara 3-4 hari.

Untuk diketahui, jumlah penerima Jadup tahap II sebagaimana data Kemenkeu yang diterima Dinas Sosial KLU, sejumlah 36.777 KK atau setara 121.286 jiwa. Jumlah penerima ini setara dengan 50 persen dari total korban gempa yang akan memperoleh bansos tersebut. Besaran bansos turun dari 3 bulan menjadi hanya 1 bulan, dengan nominal bantuan Rp 300 ribu per jiwa. “Nominal pencairan untuk 1 bulan senilai Rp 300 ribu per orang,” ujar Kepala Dinsos KLU, Faisol.

Ia menambahkan pencairan jadup masuk dalam tahap II. Pada tahap pertama, jadup korban gempa teralokasi di Kota Mataram, Lombok barat dan Sumbawa. “Sisa warga 50 persen korban gempa lagi akan memperoleh pada pencairan tahap III yaitu di APBN murni 2021,” katanya. (ari)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional