Warga dan Tokoh Masyarakat Pekat, Bersatu Dukung Ahyar-Mori

Dompu (Suara NTB) – Para tokoh masyarakat di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, menegaskan pernyataan sikap untuk mendukung pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori). Pasangan ini diyakini akan membawa perubahan bagi masyarakat di NTB.

Pernyataan dukungan itu disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Pekat, TGH. Lalu Mukri, yang juga merupakan bagian dari masyarakat Lombok di Pekat. “Saya didaulat untuk menyampaikan isi hati kita semua. Insya Allah mudah-mudahan terwakili, baik bapak ibu sekalian yang kami hormati,” ujar TGH. Lalu Mukri.

Iklan

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama di Kecamatan Pekat, Sabtu, 26 Mei 2018. Kegiatan ini dihadiri Cawagub NTB nomor urut 2, H. Mori Hanafi. Hadir pula mantan Sekda Dompu yang juga Ketua Tim Kabupaten, Drs. Sudirman A. Majid, bersama sejumlah mantan kepala desa dan tokoh-tokoh berpengaruh di Kecamatan Pekat. Hadir pula ribuan masyarakat pendukung pasangan Ahyar-Mori dari Pekat dan berbagai daerah di Dompu.

Menurut TGH. Lalu Mukri, selama ini, persatuan masyarakat dari berbagai latar belakang di Kecamatan Pekat sangatlah kuat. Masyarakat dari berbagai suku dan agama, terus menjaga semangat persatuan sejak tahun 1970 hingga sekarang.

Rupanya, sejak lama pula, masyarakat di Pekat telah mendambakan pasangan yang merepresentasikan persatuan tersebut. Hal ini tampaknya terjawab dengan hadirnya pasangan Ahyar-Mori yang merupakan representasi masyarakat di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Karena itulah, dengan lantang, TGH. Lalu Mukri pun menyampaikan dukungannya untuk pasangan ini.

“Saya berdiri di depan bapak/ibu. Selaku ketua umum, ketua ikatan keluarga sasak kecamatan pekat. Sebagai ketua forum komunikasi lintas suku kecamatan pekat. Sebagai ketua umum ikatan keluarga Rarang, kecamatan pekat.. Mari pada hari ini kita buktikan, kita tetap bersatu mendukung calon gubernur dan wakil gubernur nomor dua. Bapak TGH. Ahyar Abduh berpasangan dengan bapak H. Mori Hanafi. Hidup nomor 2, coblos nomor 2,” ujar TGH. Lalu Mukri.

Tokoh masyarakat pekat lainnya yang juga mantan kepala desa dua periode, H. Wahab Jamal, juga berkesempatan menyampaikan pernyataan dukungannya kepada pasangan Ahyar-Mori di Pilkada NTB 2018.

“Saya mewakili keluarga masyarakat kecamatan pekat, mari satukan barisan kita. Mari satukan pikiran kita. Mari rapatkan barisan kita, untuk menghadapi 27 Juni nanti, kita tusuk nomor 2. Ingat, kita tusuk nomor 2,” tegas tokoh senior ini.

Menurut Wahab Jamal, program yang diusung oleh pasangan Ahyar-Mori telah membawa angin segar dan membuatnya tergugah. Ia meyakini, program yang disampaikan Mori Hanafi dalam kesempatan tersebut bisa mendorong lahirnya perubahan di daerahnya. Karena itulah, demi mengubah nasib mereka, pilihan harus diberikan kepada pasangan Ahyar-Mori di Pilkada NTB 2018 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Mori Hanafi memang sempat membacakan sejumlah langkah atau kebijakan yang akan diambil pasangan Ahyar-Mori jika memenangkan Pilkada NTB 2018.

Delapan langkah ini pun mendapatkan apresiasi dari Wahab Jamal. “Saya sudah membaca tadi, delapan langkah yang akan beliau kerjakan tadi, luar biasa saya meneteskan air mata. Delapan langkah ini, untuk menata dan membimbing kita ke depan. Kalau tidak dari sekarang kita tidak berubah, kapan lagi kita akan berubah. Sebab, Allah tidak akan mengubah nasib kita kalau kita tidak mau berubah. Karena itu, sekali lagi, mari kita dukung, coblos nomor 2,” pungkasnya. (tim)