Warga Campa Tempuh 6 Kilometer Demi Terhubung ke Internet

Warga Desa Campa mengakses jaringan internet di sebuah bukit bekas lahan tanaman jagung yang jaraknya 4 kilometer dari Desa setempat.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Bagi sebagian orang, mengakses informasi menggunakan ponsel atau laptop dengan memanfaatkan sambungan jaringan internet biasa atau lazimnya di tempat-tempat santai ataupun di rumah masing-masing.

Namun berbeda dengan warga Desa Campa Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Untuk mengakses informasi secara daring (online), mereka harus ke sebuah bukit bekas lahan tanaman jagung yang jaraknya 4 kilometer dari kampung.

Iklan

Jika jaringan internet di lokasi itu tidak stabil alias sering lelet, mereka terpaksa harus berpindah lagi ke Desa tetangga tepatnya di pertigaan Desa Woro yang jaraknya sekitar 6 kilometer.

Menurut salah seorang warga setempat, Laily, di Desa Campa bukannya tidak ada jaringan internet, hanya saja kapasitasnya masih kecil dan sangat tidak seimbang dengan jumlah orang yang memiliki android.

“Kapasitas jaringan yang masih kecil dan sangat tidak seimbang dengan jumlah kepemilikan yang sudah hampir rata-rata dimiliki oleh setiap warga Campa,” katanya.

Menurutnya paket internet yang dibeli juga lebih banyak mengecewakan daripada memuaskan karena jaringannya cukup lelet. Belum lagi jika semua pengguna android mengaktifkan paket internetnya, maka akan berpengaruh terhadap pengoperasian jaringan.

“Kekuatan jaringan lewat tower mini tidak memungkinkan secara maksimal saat penggunanya memanfaatkan jaringan. Ini yang membuat kami harus mengakses jaringan internet di luar Desa,” katanya.

Warga lain, Nurudin mengaku tidak stabilnya jaringan internet di Desa Campa sudah hampir berjalan lima tahun. Kata dia, sampai saat ini, warga kesulitan mengakses internet. Selain itu jaringannya kerap muncul dan tenggelam.

“Terkadang tidak ada sama sekali jaringannya. Munculnya di waktu-waktu tertentu,” katanya.

Ia menambahkan persoalan tersebut sudah sering disampaikan kepada pihak terkait. Namun hingga kini belum juga ada upaya peningkatan kapasitas jaringan sebagaimana yang diharapkan. “Kita harapkan ada peningkatan jaringan. Supaya warga bisa mengakses internet di rumahnya masing-masing,” pungkasnya. (uki)