Warga Butuh Dukungan PLN/PLTMH, Jembatan Swadaya Masyarakat Samba – Santong Macet

Bangunan jembatan swadaya warga 5 dusun di Samba dan Santong butuh bantuan dana untuk penyelesaian jembatan. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Jembatan penghubung dua desa, Desa Samik Bangkol (Kecamatan Gangga) dan Desa Santong (Kecamatan Kayangan), macet. Sejak dibangun awal tahun 2021, jembatan itu “mentok” pada pengerjaan pondasi di tengah dan kedua ujung jembatan yang melintasi kali hidup di hilir PLTMH Senjajak-Santong.

Tokoh masyarakat sekaligus Panitia Pembangunan Jembatan, Zulhakim, kepada Suara NTB, Rabu, 29 September 2021 mengungkapkan, jembatan tersebut dibangun dari swadaya masyarakat. Peletakan batu pertama jembatan itu, diakuinya dihadiri oleh bupati. Di saat itu pula, bupati menstimulus aktivitas warga dengan dana sebesar Rp 7,5 juta.

Iklan

“Lokasi jembatan di (hilir) Dam perbatasan Dusun Nyiur Setinggi Desa Sambik Bangkol dan Dusun Waker, Desa Santong. Dekat dengan PLTMH Santong,” ujarnya.

Fisik jembatan yang akan dibangun warga disebutkan, bahwa jembatan memiliki bentang panjang 18 meter, dan bentang lebar 2 meter. Hingga pengerjaan 3 buah pondasi, warga sudah menghabiskan dana sekitar Rp85 juta.

Diterangkan Zulhakim, selama pengerjaan warga 4 dusun di Desa Samba, bergotong royong untuk mengangkut pasir, kerikil, dan batu. Warga Samba juga dibantu oleh partisipasi warga Dusun Waker di Desa Santong. Kendati demikian, minimnya partisipasi anggaran dari kedua pemerintah desa, dua kecamatan, bahkan Kabupaten, membuat aktivitas jembatan belum bisa dilanjutkan. “Ini lagi mangkrak, tidak ada aktivitas sudah 3 bulan ini,” imbuhnya.

Menurut Zulhakim, jembatan ini diperlukan masyarakat kedua desa khususnya di bagian pedalaman kedua desa. Warga lebih dekat dengan Hutan Kemasyarakatan. Selama tidak ada jembatan penghubung, warga harus melintas ke jalur jalan Nasional Dusun Luk  – Dusun Kayangan untuk mengakses kedua wilayah. Kali hidup hanya bisa dilewati warga, hanya ketika air sungai sedang surut.

Zulhakim menyadari, birokrasi usulan dan penganggaran program fisik jembatan memakan waktu dan birokrasi yang panjang. Oleh karena itulah, pihaknya memberanikan diri membentuk panitia Pembangunan Jembatan Swadaya untuk memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. “Dari Pemda sudah tahu, karena peletakan batu pertama kemarin dihadiri oleh pak bupati. Alhamdulillah jembatannya belum jadi,” seloroh Zul.

Saat ini, pihaknya sebagai panitia sedang menggalang dukungan dana dari masarakat dan dari hamba Allah yang berhajat untuk beramal. Panitia berharap, PLN dan Pengelola PLTMH Santong/Senjajak yang memperoleh manfaat listrik dari sumber air, dapat terlibat memberi atensi persoalan tersebut. Panitia setidaknya membutuhkan dana penyelesaian sekitar Rp65 juta atau lebih, untuk keperluan pembesian dan pengecoran konstruksi balok.

“Dana yang sudah terpakai sekitar Rp85 juta dari kelompok masyarakat 4 dusun (Dusun Kopong Sebangun, Dusun Senjajak, Gunung Borok dan Nyiur Setinggi), ditambah donatur dari dusun Desa Santong,” tambahnya.

Bagi warga, pejabat, instansi PLN, PLTMH Santong yang berhajat membantu panitia, dapat menghubungi panitia atau menyalurkan donasi melalui BRI a.n Panitia Jembatan Swadaya Masyarakat Desa Santong dengan No. Rekening 4692-01-045428-53-7. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional