Warga Bertetangga Diduga Edarkan Sabu

Tersangka jaringan sabu Ampenan-Karang Bagu ditangkap Polresta Mataram. Tiga pelaku kini sudah diamankan atas dugaan kasus peredaran sabu 10 gram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dua warga bertetanggaan ZI (33) dan AS (18) yang tinggal di Kebonsari, Ampenan, Mataram diduga mengedarkan sabu. Mereka mendapat suplai dari warga Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram berinisal SI (49). “SI ini yang menyediakan bahan untuk ZI dan AS. Keduanya memang mengakui kalau mereka mendapat barang dari Karang Bagu,” jelas Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Jumat, 8 Januari 2021.

Penangkapan ketiganya berkat penggerebekan yang dipimpin langsung Kasatresnarkoba AKP Elyas Ericson. ZI lebih dulu tertangkap bersama AS. Keduanya bertransaksi dengan pembeli di gang menuju rumahnya. Dari ZI, disita 8 poket sabu. Masing-masing poket isinya rata-rata 0,35 gram. Sehingga totalnya 2,88 gram. Dari celana AS disita 5 poket sabu yang total beratnya 1,58 gram. “Mereka ini pengedar dan pemakai. Ada alat-alat hisap sabu kita temukan di rumahnya,” sebut Heri.

ZI dan AS ini hanya berjualan dari rumah. Setiap barang habis, ZI kembali mengambil stok barang. Mereka pun mengaku barang didapat dari SI. Penggerebekan kemudian berlanjut ke Karang Bagu. Di kediaman SI. Kebetulan pada hari yang sama, Senin, 4 Januari 2021, SI sedang berada di rumah. Rencananya SI hendak menyuplai ZI lagi. Tampak dari barang bukti 20 klip sabu seberat 5,88 gram di saku celananya. “Jadi total sabu dari jaringan ini 10 gram lebih,” rinci Kapolresta.

Heri menyebutkan, dari SI juga disita uang tunai Rp1,9 juta. Dari penggeledahan rumah SI disita tambahan uang tunai Rp9,5 juta. “Uang-uang ini diduga hasil transaksi narkoba,” ucapnya. Dia menambahkan, jaringan ini belum lama beroperasi mengedarkan sabu di wilayah Ampenan. Meski demikian, jaringan besarnya sedang dalam penyelidikan lebih lanjut melalui penelusuran transaksi keuangan. “Kita kejar terus sampai ke bandarnya,” tutup Heri. (why)