Warga Batu Raja Keluhkan Jalan Rusak

Mataram (Suara NTB) – Warga Lingkungan Batu Raja, Kelurahan Ampenan Utara mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berlumpur di timur Pasar Kebon Roek. Jalan tersebut tidak hanya menjadi akses para pedagang yang berjualan di sekitar jalan tersebut, namun juga menjadi akses bagi warga Batu Raja sehari-hari.

Salah seorang warga Batu Raja, M. Tahir kepada Suara NTB menyampaikan saat musim hujan, kondisi jalan tersebut becek karena dipenuhi lumpur. Pengendara kesulitan melewati jalan tersebut. “Kalau hujan jalan ini becek. Untuk itu kami harap agar diaspal,” ujarnya, Senin, 19 September 2016.

Iklan

Tahir mengatakan telah lama warga mengusulkan perbaikan jalan tersebut, namun hingga kini belum ada realisasi. “Kalau hujan tambah kumuh. Yang lewat sehari-hari bukan hanya warga, tapi semua orang lewat sana. Kita sudah usulkan lewat kepala lingkungan, lurah, tapi belum tahu bagaimana kelanjutannya,” jelasnya.

Warga juga, menurut Tahir pernah menyampaikan keluhan tersebut kepada Kepala Pasar Kebon Roek. “Pihak pasar bilang itu bukan akses pasar. Tapi kalau memang itu akses pasar pedagang yang berjualan di sana juga dipungut iuran sampah, keamanan, dan lainnya. Kalau masalah begini tidak mau tanggung jawab,” keluhnya.

Selain meminta perbaikan jalan, warga juga meminta agar lokasi kontainer sampah dipindah. Di sekitar jalan tersebut, di depan ruko terdapat dua kontainer sampah. Keberadaan kontainer ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan pedagang dan pemilik ruko yang berjualan di sekitar lokasi tersebut.

Warga lainnya, Eka juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Jika habis turun hujan, jalan menjadi becek  bahkan tergenang. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas para pedagang. “Pelanggan juga jarang yang datang ke sini kalau becek. Pembeli sepi dan omzet para pedagang berkurang. Kita harap jalannya diperbaiki dan dibuatkan saluran,” jelasnya.

Ia mengatakan di sekitar jalan tersebut tidak ada drainase sehingga air hujan tidak tertampung dan menggenangi jalan. Untuk itulah diharapkan dibangun saluran yang besar di sekitar kawasan tersebut.

Hal yang sama juga diharapkan Fauzan. Ia mengatakan jika kondisi jalan sedang becek dan tergenang, ia yang bekerja di pasar tidak bisa beraktivitas dengan leluasa. “Soalnya ndak ada penampungan (air) dan saluran di kiri dan kanan. Saya tiap hari kerja di sini, jadi kalau becek harus pakai sepatu bot. Makanya harapan kita diaspal. Kalau habis hujan di sini sepi, ndak ada orang belanja,” terangnya.

Fauzan mengatakan jalan tersebut juga kerap dilalui kendaraan besar seperti truk untuk distribusi barang dagangan para pemilik ruko. Jalan dengan kondisi bagus hanya sebagian, sementara sekitar 150 meter ke utara rusak parah. “Air bercampur lumpur dan sampah. Jadinya sangat terganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan perbaikan jalan timur Pasar Kebon Roek telah masuk perencanaan pihaknya. Rencananya perbaikan jalan akan dilaksanakan pada 2017 mendatang.

“Jalan itu sudah masuk perencanaan, termasuk jalan di Kelurahan Dayen Peken. Kita pelajari dulu usulan dari masyarakat,” jelasnya kepada Suara NTB, Senin (19/9). Mahmuddin mengatakan kondisi jalan rusak yang berlumpur tersebut salah satunya dampak tumpukan sampah di kawasan jalan tersebut. “Sampah memang menjadi biang keladinya,” ujarnya. Jika persoalan sampah ini bisa diselesaikan, maka semua persoalan menurutnya dapat tertangani, termasuk juga soal drainase yang rusak karena kebiasaan warga membuang sampah ke dalam saluran. (ynt)