Warga Bantaran Sungai Silo Dompu Cemas Banjir Susulan

Dompu (Suara NTB) – Warga di bantaran Sungai Silo yang terdampak banjir, Rabu,  5 Desember lalu  kini dilanda kecemasan. Mereka dihantui kemungkinan datangnya banjir susulan di tengah cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Rukayah (50) Warga Lingkungan Bali I Timur Kelurahan Bali I adalah salah satu di antara banyak warga yang terdampak cukup parah. Ibu rumah tangga itu mengaku lega lantaran luapan banjir yang nyaris merendam atap rumah tidak berlangsung lama. Kini, ia punya waktu membersihkan sisa-sisa lumpur dari lantai rumah untuk dijadikan tempat istirahat malam harinya.

Iklan

 

“Syukur kemarin cepat surut banjirnya jadi ada waktu bersih-bersih rumah untuk istirahat, jadi ndak sampai mengungsi ke rumah tetangga atau bangun tenda,” ungkapnya di sela menjemur perkakas rumah tangganya yang terendam bencana tahunan tersebut.

 

Kendati arus Sungai Silo yang tidak pernah disentuh program normalisasi itu sudah normal, namun diungkapkannya, sebagian besar warga di lingkungan tersebut belum sepenuhnya aman. Sebab masih ada ancaman banjir susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

 

Untuk itu, diharapkan ada solusi yang diberikan pemerintah agar setiap kali musim hujan tiba wilayahnya tidak selalu digenangi air. “Yang paling kita takutkan itu banjir malam hari karena pasti sulit kita mau selamatkan barang-barang,” ujarnya.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M. Hasan yang dikonfirmasi terkait dampak dan ancaman bajir susulan tersebut mengakui, ada ratusan lebih rumah warga yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

 

Selain pengaruh intensitas hujan yang tinggi, kondisi sungai yang sudah dipadati sampah dan sedimentasi menurutnya menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Silo untuk kesekian kalinya ini.

 

Karenanya, kemarin pihaknya menemui Bupati Dompu, Drs. Bambang M. Yasin untuk mengupayakan langkah normalisasi. Di samping penyaluran logistik bagi para korban terdampak. “Kita sudah data dan sekarang mau bertemu Bupati untuk meperjuangkan dilakukannya normalisasi, itu saja solusinya,” jelas dia.

 

Terkait ancaman banjir susulan yang dikhawatirkan warga, diakuinya memang ada jika melihat kondisi cuaca ekstrem saat ini, namun terpenting untuk sementara waktu ialah warga tetap harus menaruh kewaspadaan ketika turun hujan apalagi dengan intesitas yang tinggi. “Mudah-mudahan ancamannya tidak terlalu membahayakan, cuma kita minta warga tetap waspada saja samba menunggu upaya dari pemerintah,” pungkasnya. (jun)