Warga Ahmadiyah Berharap Segera Dipulangkan

Selong (Suara NTB) – Warga Ahmadiyah yang menjadi korban pengusiran oleh masyarakat di Dusun Lau’ Eat Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur, kini ditampung di Loka Latihan Kerja (LLK) Selong. Meski Pemkab Lotim melakukan fasilitasi yang cukup baik, mereka berharap supaya segera dipulangkan ke kampung halamannya.

Ditemui Suara NTB di lokasi penampungan, Selasa, 22 Mei 2018, Amaq Nil berharap supaya rumahnya yang dirusak oleh warga secepatnya diperbaiki dan ia bersama warga lainnya secepatnya dipulangkan. Menurutnya, tanah dan rumahnya yang dirusak itu merupakan peninggalan dari orang tua mereka yang harus dijaga dan ditempati. “Kita berharap segera dipulangkan, rumah kita diperbaiki,” harapnya.

Iklan

Selain itu, alasan supaya secepatnya dipulangkan untuk anak-anak yang bersekolah. Terlebih saat ini sedang dilakukan ujian semester genap baik yang masih SMP maupun SD. Amaq Nil mengaku prihatin melihat anak-anak dan ibu-ibu yang harus tidur di tempat lain, meski fasilitas berupa kasur dan lain sebagainya sudah disediakan oleh pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. “Masak kita diam di sini, (tempat penampungan, red). Itu rumah peninggalan orang tua kita, ingin kita tinggal di sana,” ujarnya.

Sebelumnya, Pjs Bupati Lotim, H. Ahsanul Khalik, mengungkapkan sikap yang dilakukan Pemkab Lotim saat ini yakni bagaimana memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat, termasuk warga Ahmadiyah. Salah satunya dengan menyiapkan tempat penampungan yang layak sebagai tempat tinggal sementara, yakni di LLK yang ada di Gelang.

Untuk berapa lama proses penampungan, Ahsanul Khalik menyebutkan nantinya akan melihat situasi dan kondisi di lapangan, sehingga belum dapat diprediksi berapa lama mereka akan berada dilokasi penampungan.

Di samping itu, Pemkab Lotim juga membuat beberapa surat edaran, pertama edaran untuk semua masyarakat di Kabupaten Lotim agar tidak melakukan hal-hal di luar ketentuan hukum terhadap masyarakat penganut Ahmadiyah. Selain itu, pemkab juga meminta penganut Ahmadiyah tidak menyebarkan fahamnya di Kabupaten Lotim. (yon)