Wanita Terduga Bandar Sabu Kakap Jadi Tersangka

Helmi Kwarta Kusuma. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kasus peredaran sabu 4 gram akhirnya menyeret NJD alias MDR menjadi tersangka. Wanita yang sudah lama diburu ini diduga terlibat sebagai dalang peredaran sabu dari Abiantubuh, Cakranegara, Mataram.

“(MDR) sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Buktinya minimal dua alat bukti,” sebut Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma, Minggu, 10 Januari 2021.

MDR dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 132 ayat (1) dan atau pasal 131 dan atau pasal 137 UU RI No35/2009 tentang Narkotika.

Keterlibatan MDR muncul dari pengungkapa, 4 Januari 2021. Para pembeli ini menyebut nama pengedar berinisial SD sebagai sumber perolehan sabunya.

Kemudian, SD ditangkap di sebuah kamar hotel di kawasan Pujut, Lombok Tengah. SD rupanya diinapkan MDR. MDR sendiri ditangkap di kamar lain bersama suaminua, GBP. Serta di kamar lain lagi diamankan GAA, KES, ND, dan GWP. Mereka gagal kabur ke Bali.

Helmi mengatakan, MDR yang selama ini diduga pemain besar barang haram narkoba memang sudah lama menjadi incaran. Tetapi baru kali ini terungkap. Bukti percakapan dan transaksi keuangan sudah cukup bagi Polda NTB menyeret MDR ke penjara. “Memang terungkapnya melalui kasus sabu 4 gram,” jelasnya.

Dia menambahkan, MDR tetap bisa dijerat meskipun tidak ditemukan barang bukti sabu pada badan atau penguasaannya. Modus bandar disinyalir menitipkan sabu pada orang lain kemudian hanya tinggal menerima keuntungan dari hasil penjualan.

Menjerat MDR pun menggunakan pasal 132 UU Narkotika yang pada intinya menyebutkan keterlibatan orang lain dalam bentuk pemufakatan jahat terkait peredaran narkoba, seperti diatur dalam pasal 111 sampai pasal 129. ”Tersangka ini memiliki jaringan. Jadi ada pemufakatan untuk menjalankan bisnis narkoba. Pemufakatan itu masuk dalam kategori pemufakatan jahat,” tandas Helmi. (tim)