Wamenhumham Komit Tingkatkan Layanan ke Warga Binaan

Wamenhumham Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, melihat secara langsung jalannya pelatihan bagi warga binaan, saat mengunjungi LPKA Loteng, Jumat (19/11). (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenhumham) Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, Jumat 19 November 2021, mengunjungi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah (Loteng). Dalam kunjungan singkat tersebut, Wamenhumham berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan. Dengan tidak hanya fokus pada pembinaan mental, tetapi juga pembinaan keterampilan, skill dan kemampuan warga binaan.

Harapannya, begitu selesai menjalani proses pembinaan di LPKA Loteng para warga binaan bisa hidup lebih baik dengan modal skill yang diperoleh selama berada di LPKA Loteng. “Yang paling penting bagaimana para anak-anak warga binaan bisa memperoleh pembinaan keterampilan yang memadai,” terangnya.

Iklan

Didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) NTB, Haris Sukamto, A.K.S., S.H., M.H dan Kepala LPKA Loteng, Akhmad Zaenal Fikri, S.H., Edward  secara khusus memberikan apresiasi kepada LKPA Loteng yang sejauh ini telah mampu menjalankan tugas-tugas pembinaan kepada warga binaanya dengan sangat baik. Terbukti banyak warga binaan yang sudah memiliki keterampilan mumpuni yang dibutuhkan saat keluar dari LKPA Loteng nantinya. Ke depan pembinaan-pembinaan seperti itu bisa terus ditingkatkan.

Kondisi LPKA Loteng juga cukup nyaman, karena memang dari sisi kapasitas, LKPA Loteng tidak mengalami over kapasitas dari daya tampung sekitar 70 lebih, saat ini warga binaan LPKA Loteng hanya sekitar 40 orang. “Tapi yang paling penting dari itu semua bagaimana pembinaan bisa dilakukan dengan maksimal,” tegasnya kembali.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenhumham menyempatkan diri melihat langsung kegiatan pelatihan kelistrikan kepada warga binaan LKPA Loteng. Sekaligus menyerakan sertifikat pelatihan bagi warga binaan yang telah menyelesaikan pelatihan. Termasuk melihat langsung aktivitas keseharian warga binaan LPKA Loteng.

Di tempat yang sama, Kepala LKPA Loteng Akhmad Zaenal Fikri, S.H., menambahkan, saat ini LPKA Loteng menampung sebanyak 44 anak warga binaan dan berasal dari seluruh wilayah NTB, karena LKPA Loteng merupakan satu-satunya LPKA yang ada di NTB. Sehingga anak-anak yang terlibat kasus hukum dan sudah mendapat vonis, ditampung di LKPA Loteng.

“Rata-rata anak-anak yang menjadi warga binaan LPKA Loteng terlibat kasus-kasus asusila. Dengan masa hukuman tidak terlalu hanya, paling lama hanya tiga tahun,” ujarnya.

Seperti komiten awal, LKPA Loteng sendiri terus berupaya memberikan pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan yang ada. Berbagai program pelatihan dan pendidikan, secara berkala dilakukan LPKA Loteng dengan menggandeng berbagai pihak. Mulai dari pelatihan tata boga, mesin hingga listrik.

Ke depan, pihaknya berencana akan menggandeng BLK internasional untuk bisa memberikan pelatihan bahasa asing kepada warga binaan LPKA Loteng. “Target kita, dengan intens memberikan pelatihan dan keterampilan, para warga binaan ini bisa meraih sukses setelah selesai menjalani masa pembinaan di LPKA Loteng,” tanda Fikri. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional