Wamen BUMN: Dari Lima Destinasi Wisata Super Prioritas, Mandalika Paling Siap

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, dan Wagub, Hj.Sitti Rohmi Djalilah didampingi Kapolda NTB, Nana Sudjana dan Danrem 162/WB, Ahmad Rizal Ramdani foto bersama dengan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan para investor. (Suara NTB/humasntb)

Praya (Suara NTB) – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, bertemu Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan para investor untuk membahas proyek The Mandalika, di Bukit Merese, Selasa malam, 17 Desember 2019. Dalam kesempatan itu, juga dibahas kesiapan KEK Mandalika sebagai destinasi wisata super prioritas.

‘’Ada lima destinasi wisata super prioritas, Danau Toba, Likupang, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika yang ditetapkan pemerintah pusat. Dari ke lima objek wisata super prioritas tersebut yang punya potensi paling besar dan paling siap adalah Mandalika,’’ ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Iklan

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini melanjutkan, persepsi yang dulu mencuat adalah, kawasan Mandalika tidak bersahabat dengan turis dan investor. ‘’Tapi setelah saya melihat secara langsung, tidak ada masalah sedikitpun dari masyarakat terhadap bertumbuhnya tourism dan berbagai aksesoris tourism itu sendiri,’’ ujarnya.

‘’Saya rasa, ini satu bukti bahwa persepsi yang mengatakan masyarkat Lombok Tengah tidak terlalu pro investasi itu adalah salah,’’ tegasnya.

Tiko, sapaan akrab Wamen BUMN ini melanjutkan, Mandalika merupakan kawasan yang luar biasa indah. Apalagi pada 2021 nanti akan digelar MotoGP. Dan tentunya NTB menjadi satu-satunya sirkuit MotoGP di Indonesia dari 19 sirkuit MotoGP dunia.

Tiko menambahkan, NTB harus bangga punya pemimpin yang pro bisnis seprti Dr.Zul. Menurutnya, dengan pro bisnis semua yang akan kita kerjakan akan menjadi mudah. ‘’Saya bangga dengan sahabat saya Bang Zul, Gubernur NTB yang sangat pro bisnis,’’ pujinya.

Sementara itu, gubernur pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa NTB harus bersahabat dengan investor. ‘’Apa yang ingin kami lakukan di NTB ini sebenarnya sederhana saja. Sama seperti apa yang ingin dilakukan oleh Presiden Jokowi persis di level bangsa dan negara kita. Kalau Presiden Jokowi tagline-nya Indonesia Maju, maka kita di NTB ini menyebutnya NTB yang Gemilang,’’ ujar gubernur.

Yang disebut dengan NTB Gemilang ini dijelaskan gubernur, NTB harus mentransformasikan diri menjadi suatu daerah yang bersahabat dalam komunikasi bisnis. ‘’Kami akan melakukan apa saja untuk memastikan bahwa teman-teman investor nyaman dan tidak ada kesulitan untuk hadir melakukan aktivitas bisnis di NTB ini,’’ungkapnya .

Selain bersahabat dengan investor, lanjut gubernur, pihaknya akan menjamin NTB ini menjadi suatu daerah yang nyaman untuk dikunjungi oleh para pengunjung. Baik yang berasal dari luar negeri maupun yang berasal dari Indonesia. NTB ini dijelaskan gubernur, mempunyai keindahan alam yang luar biasa. NTB harus mampu mengundang lebih banyak tamu yang hadir dan menikmati keindahan alam yang ada di daerah ini.

Ditegaskan bahwa kita harus bersahabat dengan investor, bersahabat dengan pengunjung, tapi juga ingin memuliakan warga sendiri dengan memberikan kursi yang paling utama. Agar masyarakat NTB tidak menjadi penonton di rumahnya sendiri.

‘’Kita tidak ingin ketika nanti Mandalika menjelma menjadi satu kawasan yang penuh dengan hotel berbintang, tetapi anak-anak kami tidak mampu menikmati alamnya sendiri,’’ tutup Dr.Zul.

Sebagai informasi, ada delapan investor yang tergabung dalam project The Mandalika tersebut. Masing-masing, Djarum Group, Ciputra Group, Rajawali Group, Salim Group, Metro Group, Mandalika Jaya Bersama, Vinci PP Property, Hotel Indonesia Natour. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here