Walikota Tidak akan Divaksinasi

H. Ahyar Abduh. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) tidak merekomendasikan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh untuk menjalani vaksinasi coronavirus disease atau Covid-19. Salah satu pertimbangannya adalah faktor usia melebihi 60 tahun. “Pak Wali kita tidak rekomendasikan karena usia beliau 60 tahun,” kata Kepala Dikes Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, Selasa, 12 Januari 2021.

Secara medis usia seseorang untuk mendapatkan vaksin Covid-19 antara 18 – 59 tahun. Selain faktor usia sebut Usman, 15 jenis penyakit juga tidak boleh mendapatkan vaksinasi. Di antaranya, pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19, ibu hamil, penyakit jantung, diabetes dan lainnya.

Pencanangan vaksinasi pada Kamis, 14 Januari 2021 diharapkan tokoh agama serta tenaga kesehatan yang muda – muda bersedia untuk menjalani vaksinasi. Penyakit penyerta (komorbid) rendah sekali. “Makanya kita minta yang tokoh agama dan tokoh masyarakat yang muda – muda ini mau divaksinasi,” harapnya.

Usman mengklarifikasi bahwa pencanangan vaksinasi akan dimulai Kamis besok. Sesuai jadwal dari pemerintah pusat bahwa pencanangan dimulai 13 Januari untuk pusat. Selanjutnya diikuti oleh provinsi dan kabupaten/kota. Setelah itu, fasilitas kesehatan melanjutkan dengan memberikan vaksinasi bagi sumber daya manusia kesehatan. “Ada perubahan jadwal. Kalau di daerah diharapkan pencanangannya diminta bersamaan hari Kamis,” sebutnya.

Jatah vaksin belum diterima oleh Kota Mataram. Kebutuhan vaksin mencapai 14.000 dosis dari jumlah SDM kesehatan mencapai 7 ribu orang. Usman mengharapkan, vaksin segera didistribusikan oleh Dinas Kesehatan NTB. Minimal jatah untuk pelayanan pencanangan bagi Forkopimda serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Sampai sekarang jatah vaksin belum kita terima dari provinsi,” sebutnya.

Ingin Divaksinasi

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh yang dihubungi menyebutkan, dirinya ingin divaksinasi juga. “Memang ada beberapa pengecualian sesuai syarat-syarat itu. Untuk usia 60 tahun ke-atas itu tidak bisa untuk vaksin yang Sinovac ini. Kalau dari segi penyakit saya normal semua, cuma ini soal usia. Kecewa juga saya. Sebenarnya saya ingin divaksin saja,” ujar Ahyar.

Dirinya berharap dalam waktu dekat ada vaksin yang dapat dikhususkan untuk masyarakat dengan usia di atas 60 tahun. Hal tersebut dibutuhkan, mengingat lansia adalah kelompok rentan untuk penularan Covid-19. Terlebih jika disertai penyakit penyerta.

Diterangkan Ahyar, selain faktor usia penyuntikan vaksin Sinovac di Kota Mataram juga akan melihat syarat-syarat lainnya. Di antaranya penerima vaksin tidak boleh memiliki beberapa penyakit penyerta seperti penyakit autoimun sistemik (sle, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya), sindrom hiper ige, pasien dengan infeksi akut, PGK (penyakit ginjal kronis) dialisis, PGK non dialisis, tranlsplantasi ginjal, sindrom nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid, hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, rematik autoimun, penyakit-penyakit gastrointestinal, hipertiroid/hipotiroid karena autoimun, kanker, dan pasien hematologi onkologi.

Selain itu, vaksinasi tidak direkomendasikan bagi orang dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHg, pasien konfirmasi positif yang telah sembuh, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis, serta orang dengan penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen. Kemudian untuk penerima vaksin dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius dan pasien dengan riwayat penyakit paru disarankan menunda proses vaksinasi tersebut.

Dia berharap seluruh jajaran tokoh agama dan tokoh masyarakat serta seluruh anggota Forkopimda dapat menerima vaksin tersebut sesuai instruksi Presiden. “Ini penting untuk memberi keyakinan ke masyarakat, dan pada waktunya nanti sesuai dengan tahapan jadwal itu supaya semua masyarakat juga bisa datang untuk divaksin,” jelasnya.

Seluruh porses vaksinasi akan difasilitasi penuh oleh Pemkot Mataram. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pihaknya melalui Satgas Covid-19 untuk menangani pandemi yang sedang berlangsung. “Ini sangat penting menjadi bagian upaya kita untuk melakukan pencegahan terhadap Covid-19 ini,” tandas Ahyar. (cem/bay)