Walikota Sidak Kesiapan Vaksinasi Lansia

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi Wakil Walikota Mataram, TGH Mujiburrahman dan Kepala Dikes H. Usman Hadi memberikan pemaparan terkait upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Mataram saat sidak kesiapan vaksinasi di Kantor Dinas Kesehatan di kompleks perkantoran, Senin, 1 Maret 2021. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Hari pertama masuk kerja pascadilantik, Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dan Wakil Walikota Mataram TGH. Mujiburrahman langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak). Sidak kali ini memastikan kesiapan vaksinasi lansia digelar pekan ini.

Sebelum menggelar sidak ke Kantor Dinas Kesehatan di Jalan Dr. Soedjono, Kelurahan Jempong Baru, Walikota melakukan konsolidasi bersama Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah. Setelah menggelar pertemuan secara tertutup sekitar 20 menit, keduanya langsung berangkat dikawal mobil patroli Satuan Polisi Pamong Praja.

Iklan

Kedatangan Walikota dan Wakil Walikota Mataram sempat mengejutkan sejumlah staf termasuk Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Usman Hadi. Saat itu, Kadikes sedang mengevaluasi progres vaksinasi tenaga kesehatan serta penanganan Covid-19 di Kota Mataram.

Dalam pengarahannya Senin, 1 Maret 2021, Mohan menegaskan, kasus Covid-19 sangat tinggi sehingga dibutuhkan kerja keras sebagai upaya menekan kasus. Indeks kesembuhan berada pada posisi 15,7 persen dinilai jauh dari harapan. Sementara, vaksin tenaga kesehatan hampir rampung 100 persen dinilai lebih maju satu langkah, karena dokter, perawat serta petugas medis lainnya menjadi garda terdepan menangani Covid-19. Oleh karena itu, Dikes diminta memperhitungkan skema untuk menjangkau secara masif. “Tingkat kesembuhan ini sangat jauh dari angka penularan kasus cukup tinggi,” kata Mohan.

Persoalan pandemi dipahami menghantui masyarakat. Berbagai upaya pencegahan dan penanganan dilakukan oleh tim gugus tugas justru mendapatkan hambatan. Hambatan itu baik berupa stigma, kedisiplinan yang rendah dari masyarakat menerapkan protokol kesehatan serta dinamika dan lainnya. Terkadang demikian kata Mohan, masyarakat juga bersembunyi jika diketahui terpapar virus corona. “Saya tidak paham apakah masyarakat sudah jenuh dengan kondisi pandemi ini,” tandasnya.

Edukasi dan sosialisasi juga perlu dimasifkan. Di samping itu, masyarakat juga harus mencari informasi gejala apabila tertular virus corona. Adapun dua kelurahan zona hijau yakni Kelurahan Mandalika dan Dasan Cermen, Mohan meminta Dikes menelusuri penyebabnya. Apakah masyarakat cukup memproteksi diri serta melakukan pengawasan ketat atau ada pola lainnya diterapkan untuk mencegah penularan virus corona. Jika sistem itu berjalan dengan baik tidak ada salahnya direplikasi ke kelurahan lainnya. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional