Walikota Serahkan 272 SK CPNS

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyerahkan SK kepada perwakilan CPNS di depan halaman kantor Walikota Mataram, Selasa, 29 Desember 2020.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyerahkan 272 surat keputusan (SK) pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) hasil seleksi tahun 2019 di Lingkup Pemkot Mataram. Para abdi negara ini diharapkan bekerja profesional serta menjaga integritas. Di akhir masa jabatan saya sebagai Walikota tinggal satu bulan lagi. Saya bisa memberikan kepastian dengan menyerahkan SK kepada 272 CPNS, kata Walikota dalam sambutannya, Selasa, 29 Desember 2020.

Penyerahan SK seharusnya bulan April lalu. Bencana non alam pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 mengakibatkan program telah diagendakan tertunda. Walikota mengatakan, seleksi penerimaan CPNS di Lingkup Pemkot Mataram diminati oleh masyarakat. Terbukti ribuan orang mendaftar untuk memperebutkan 275 formasi. Tingginya animo masyarakat menjadi ASN menunjukkan bahwa PNS adalah impian. Akan tetapi sambungnya, ketatnya persaingan mengakibatkan 272 formasi yang terisi. PNS adalah impian banyak orang, ucapnya.

Pascamenerima SK, ia mengharapkan CPNS bekerja profesional, menjaga integritas, menjunjung loyalitas kepada pimpinan serta melayani masyarakat. Menjalankan profesi sebagai ASN adalah ibadah serta kesempatan untuk memberikan kebermanfaatan bagi kemaslahatan. PNS itu melayani, bukan dilayani, tegasnya.

Kedisiplinan sebagai pegawai harus dijaga. Oleh karena itu, aturan harus ditegakkan kepada seluruh ASN yang melanggar. Dia berpesan sebagai abdi negara harus menunjukkan kinerja serta bertanggungjawab dalam melaksanakan amanah.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan, seleksi penerimaan CPNS tahun 2019 sekitar dua ribu orang yang melamar untuk 275 formasi yang dibutuhkan. Terdiri dari 177 formasi tenaga guru, 76 tenaga kesehatan dan 22 tenaga teknis. Pelamar harus melewati verifikasi berkas atau seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang.

Hasil integrasi nilai SKD dan SKB hanya 272 orang yang dinyatakan lulus sebagai CPNS. Ini adalah hasil seleksi CPNS di tahun 2019 lalu, sebut Nelly.
Tiga formasi tidak terisi adalah ahli pratama di Dinas Pendidikan dan dua formasi tenaga ahli pratama anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Dari hasil proses seleksi yang ketat menggunakan computer assisted test (CAT) diharapkan CPNS memberikan warna terbaik dalam birokrasi di Kota Mataram. Tahapan selanjutnya nanti akan dilaksanakan pendidikan dasar untuk menjadi birokrat unggul dan berintegritas, demikian kata Nelly.

Sementara itu, Novi Lestarini Pramitasari mengaku bersyukur sekaligus bangga telah menerima SK pengangkatan sebagai CPNS. Kerja keras serta perjuangannya yang sebelumnya tiga kali gagal, kini berbuah manis. Alhamdulillah, saya bersyukur dan bangga, ucapnya.
Novi dengan rauh wajah bahagia dan matanya berkaca kaca meminta pelamar lain yang belum lulus untuk tetap semangat dan berusaha kembali. Dia meyakini kerja keras pasti akan membuahkan hasil. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here