Walikota Prihatin Bentrok Pemuda Karang Genteng dan Bajur

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram,  H. Ahyar Abduh mengaku prihatin terkait kasus bentrok antarpemuda Lingkungan Karang Genteng Kota Mataram dengan pemuda dari Desa Bajur Kabupaten Lombok Barat (Lobar) . Insiden yang terjadi pada Minggu dini hari, 15 Desember 2018 itu telah menewaskan salah satu warga dan dua orang pemuda mengalami luka bacok. Saat ini mereka dirawat di RSUD Kota Mataram.

Kepada Global FM Lombok,  kelompok media Bali Post, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh,  Senin, 17 Desember 2018 mengatakan,  bentrok antarpemuda Karang Genteng dan Bajur sangat disesalkan. Dia meminta kepada masyarakat di kedua wilayah untuk sama-sama menahan diri dan menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada aparat penegak hukum. Sementara Pemkot  Mataram akan bertemu dengan Pemkab Lobar,  termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Bajur dan Karang Genteng untuk meredam konflik sosial tersebut.

Iklan

“Saya prihatin hal seperti itu tiba-tiba terjadi. Tiba-tiba di Karang Genteng dan Bajur.  Itu sudah terjadi dan patut kita sesalkan. Khusus kepada masyarakat kita saya berharap, bahwa kita ini bersaudara. Mari saling menahan diri dan percayakan proses hukum penanganannya.  Kami harus lakukan pertemuan untuk meredam ini termasuk Lombok Barat,” katanya.

Sementara penyebab bentrok antar pemuda tersebut sampai saat ini belum diketahui secara pasti.  Namun,  kejadian tersebut bermula pada hari Sabtu (15/12) pukul 23:00 Wita bertempat di Jl. Dr. Soejono Lingkar Selatan sekitar Lapangan Umum Karang Genteng. Terdapat tiga orang pemuda mengendarai satu unit sepeda motor yang diduga berasal dari Bajur. Mereka diduga mengumpat dan mengundang emosi pemuda Karang Genteng yang saat itu berada di sekitar lapangan. Kemudian,  tawuran tidak bisa dihindari pada Minggu (16/12)  dini hari di Jalur by pass BIL II yang mengakibatkan satu orang pemuda tewas.  (dha/kmb)