Walikota : Pejabat Jangan Minta Jabatan

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana melantik pejabat eselon II,III dan IV di Lingkup Pemkot Mataram, Kamis, 7 Oktober 2021. Pejabat diingatkan jangan pernah meminta jabatan.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat setingkat eselon II,III dan IV, Kamis, 7 Oktober 2021. Para pejabat dingatkan jangan ada yang meminta jabatan. Rotasi maupun promosi diharapkan sebagai bentuk penyegaran birokrasi. “Jabatan itu amanah. Jadi jangan ada yang meminta – minta jabatan,” kata Mohan mengingatkan.

Pejabat yang dilantik adalah, H. Suhartono Thumiran sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga menggantikan posisi yang ditinggal Dr. Mansur yang sebelumnya digeser sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan. Jabatan Sekretaris Dispora diisi oleh Parman. Berikutnya, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Jimmy Nelwan dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

Iklan

Jabatan ditinggalkan Jimmy diisi oleh H. Turmuzi yang sebelumnya sebagai Sekretaris DPPKB. Posisi Turmuzi diisi oleh H. Zuhad. Jabatan Direktur RSUD Kota Mataram diisi oleh dr. Ni Ketut Eka Nurhayati. Eka menggantikan posisinya suaminya yakni dr. H. Lalu Herman Maha Putra yang lebih dulu dipercaya sebagai Direktur RSUP NTB.

Posisi Kepala Dinas Perikanan diisi oleh H. Irwan Hardiansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram. Selanjutnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik diisi oleh Camat Selaparang, Zarkasyi. Posisi Zarkasyi diisi oleh Zulkarwin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Perhubungan.

Jabatan Kepala Dinas Perdagangan diisi oleh Sekretaris Komisi Pemilu, Uun Pujianto. Dan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah diisi oleh M. Ramayoga. Walikota menambahkan, mutasi dan rotasi tidak hanya sekedar penyegaran dan pengayaan wawasan, tetapi juga menambah pengalaman pejabat.

Substansinya adalah peningkatan kapasitas kelembagaan serta meningkatkan performance seluruh instansi di Mataram. Dia meminta pejabat yang baru dilantik bisa tancap gas dan mengakselarasikan program di tempat barunya. “Mutasi bisa memberikan gambaran penempatan pejabat sesuai kompetensi dan profesionalitas serta merit system,” terangnya.

Adapun tujuh pejabat eselon II yang dilantik berdasarkan hasil seleksi pansel. Penilaian pansel dijadikan tolok ukur untuk menentukan siapa yang layak menempati posisi tersebut. Variabel penilaian yang banyak menjadi pertimbangan. Karena tidak hanya kecerdasan tetapi diukur dari kepiawaian mengelola manajemen diri serta optimisme bagi karyawan atau staf kerja di bawahnya. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional