Walikota Hingga Paslon Ajak Pendukung Tidak Konvoi

Kota Bima (Suara NTB) – Pelaksanan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima diklaim berjalan sukses dan lancar. Bahkan berlangsung kondusif. Walikota Bima, H.M. Qurais H. Abidin dan Pasangan calon (Paslon) mengajak masing-masing massa pendukung untuk tidak melakukan konvoi serta menunggu penetapan final dari KPU Kota Bima.

Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Bima, Iptu Suratno mengaku tidak ada kejadian mengarah ke hal-hal yang tidak diinginkan dalam Pilkada Kota Bima. Mulai dari masa kampanye hingga sampai hari pencoblosan.

Iklan

“Ada kejadian kecil tapi mampu diminimalisir dan kondusif. Kita berharap kondisi ini selesai hingga penetapan paslon terpilih,” katanya kepada Suara NTB, Kamis, 28 Juni 2018.

Walikota Bima melalui Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin S.IP MM juga mengakui Pilkada Kota Bima berlangsung kondusif dan sukses. Bahkan berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya tingkat partisipasi warga memilih meningkat.

“Jika dibanding 2013 lalu partisipasi tahun ini meningkat. Tahun 2013 lalu sekitar 70 persen lebih. Sementara 2018 ini hampir 86 persen, hanya ada 800 lebih orang yang tidak memilih,” katanya.

Meski hasil Quick Count telah ada satu paslon yang unggul dan menang. Walikota lanjut Syahrial mengajak untuk tidak melakukan konvoi dan euphoria. Hal itu sebagai upaya menjaga stabilitas daerah hingga ada penetapan resmi dari KPU.

“Walikota mengajak agar semua pihak tetap menjaga kondusivitas daerah hingga ditetapkan Walikota dan Wakil Wakil Walikota yang menang oleh KPU. Bagi yang menang tidak konvoi-konvoi dan yang kalah harus menerima kekalahannya,” katanya.

Ketua Tim Add Hoc Pemenangan paslon LUTFER, Tiswan H. M. Said juga mengajak massa pendukung agar tidak melakukan konvoi. Tetap mengajak kearifan dalam membangun bersama Kota Bima kedepannya. Meski dalam hitungan cepat paslon LUTFER unggul dari MANuFER dan SW MATAHO.

“Demi menjaga kondusivitas daerah. Kami sudah meminta massa simpatisan dan relawan untuk tidak konvoi. Apalagi memancing di sosial media. Karena pesta demokrasi sudah berakhir kita hanya menunggu hasil resmi dari KPU,” katanya.

Sementara calon Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin SE juga mengajak simpatisan dan pendukung serta tim sukses untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain yang mengakibatkan terjadinya konflik, sebelum ada penetapan resmi atau final dari KPU Kota Bima

“Tapi apapun hasil yang diterima nantinya itulah kehendak Allah. Siapapun yang menang itulah pemimpin Kota Bima,” katanya.

Pantauan Suara NTB sejak Rabu (27/6) dan Kamis (28/6) situasi di kantor KPU Kota Bima di jalan Gajah Mada Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda masih terlihat lengang. Belum ada pengamanan dari pihak keamanan hingga saat ini. Begitupun di kediaman pribadi peserta Pilkada Kota Bima. (uki)