Walikota Belum Putuskan PTM secara Normal

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana belum memutuskan pelaksanaan pembelajaran tata muka (PTM) secara normal, meskipun Kota Mataram telah berstatus level II penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. “Kita ini baru hijrah dari PPKM level III dan level II. Jadi biarkan saja dulu seperti sekarang,” kata Walikota, Kamis, 23 September 2021.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa daerah dengan kategori PPKM level II bahwa pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen), kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter maksimal 5 peserta didik per kelas.

Iklan

Kelonggaran pada level II perlu juga dilihatkan situasi atau perkembangan di lapangan. Disampaikan Walikota, 87 persen dari 325 lingkungan di Mataram kategori zona hijau. Hanya 1-3 kasus Covid-19 ditemukan atau 12 persen zona kuning dan lingkungan zona merah masih nihil.

Kendati demikian, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan harus dipatuhi oleh masyarakat. “Perlu kita kaji dulu sambil melihat situasi kondisi di lapangan,” ujarnya.

Kalaupun harus dilaksanakan pembelajaran tata muka secara normal tetapi pengawasan dari harus lebih ketat atau minimal sama pada penerapan PPKM level III. Selain itu, vaksinasi pelajar juga akan digencarkan. Target vaksinasi pelajar 42 ribu lebih. Capaian baru mencapai 50 persen. “Vaksinasi pelajar ini juga kita gencarkan,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional