Wali Murid SMA 2 Aikmel Protes Besaran Pungutan

Selong (Suara NTB) – Sejumlah wali murid di SMAN 2 Aikmel Kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur (Lotim), Selasa (19/7/2016) mendatangi gedung sekolah. Para wali murid ini protes terhadap besaran pungutan terhadap para siswa yang ditetapkan siswa dengan tidak melibatkan para wali murid sebagai anggota komite.

Besaran pembayaran siswa ini berbeda dengan siswi. Siswa diminta membayar Rp 2,199 juta, sementara para siswi diminta membayar Rp 2.238 juta. Jumlah itu oleh pihak sekolah harus dilunasi waktu daftar ulang.

Iklan

Aris Munandar, salah seorang wali murid asal Desa Lenek Daya mengutarakan, kepala sekolah telah mengambil kebijakan sepihak tanpa melibatkan wali murid. Protes warga juga karena komite sekolah diberhentikan oleh kepala sekolah. Harapannya kepala sekolah bersikap arif dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan di SMAN 2 Aikmel dengan baik dan sesuai prosedur.

Menanggapi hal ini, Kepala SMAN 2 Aikmel, H. Sabardin menjelaskan, pihak sekolah tidak pernah menyuruh para siswa baru mengeluarkan biaya sekolah harus lunas saat daftar ulang. Menurutya, aturan pembayaran uang untuk sekolah bisa dilakukan dengan cara mencicil. “Pembayarannya bisa dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Pertemuan sejumlah wali murid SMAN 2 Aikmel ini menyepakati akan menggelar pertemuan ulang dengan seluruh wali murid lainnya dan akan membentuk komite sekolah yang baru. Pertemuan dijadwalkan Kamis (21/7/2016) esok hari. (rus) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here