Waktu Tinggal Tiga Hari, Pihak Hotel Penunggak Pajak Belum Setor Tunggakan

Giri Menang (Suara NTB) – Masalah piutang pajak Hotel Santosa sampai saat ini belum ada titik terang, pascapenyitaan aset hotel. Pasalnya, hampir sepekan lebih pascapenyitaan, pihak hotel belum merealisasikan pembayaran piutang pajak senilai Rp 8 miliar lebih. Jika dalam jangka waktu 14 hari semenjak disita pihak hotel belum bisa melunasi, maka pihak pemda pun bakal melelang aset tersebut ke KPKNL.

“Belum ada masuk pembayarannya, yang jelas dalam jangka waktu 14 hari tidak dibayar kami akan serahkan ke balai lelang untuk dilelang aset yang kami sita,” tegas Sekretaris Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Lombok Barat Fauzan Husniadi, Senin, 19 Desember 2016.

Iklan

Dikatakan, setelah penyegelan aset hotel tersebut pihak pengelola hampir tiap hari mengontak pihak dinas untuk menyatakan komitmen mau membayar. Pihak pengelola menjanjikan akan membayar piutang Rp 1,5 miliar pekan ini, namun pihaknya menunggu realisasi pembayaran. Dalam hal ini, pihaknya tak butuh komitmen sebatas lisan, sebab pihaknya butuh pembayaran direalisasikan.

Kalaupun pihak pengelola membayar Rp 1,5 miliar tak akan berdampak terhadap pelelangan aset jika tidak dilunasi semua piutang sampai batas waktu 14 hari. Tersisa waktu bagi pihak hotel untuk menyelesaikan piutang tersebut hanya 5-6 hari lagi.“Tetap kita sita, tidak ada hubungan dengan mereka bayar dengan mencicil,” ujarnya.
Ia menegaskan, paling lambat bulan Januari jika pihak pengelola tak menuntaskan pembayaran piutang tersebut maka akan diserahkan ke balai lelang. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here