Wagub Tak Ambil Pusing Disebut Cerewet

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat melantik ratusan guru PNS Pemprov di Gedung Graha Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur, Kamis, 20 Desember 2018 siang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dalam setiap kesempatan, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd terus lantang menyuarakan agar semua pihak peduli terhadap masalah lingkungan dan kesehatan. Wagub tak ambil pusing disebut cerewet terus menerus menyuarakan agar masyarakat peduli lingkungan dan kesehatan.

‘’Apa-apaan Ibu Wagub cerewet banget. Ndak apa-apa saya cerewet. Yang penting lingkungan NTB ini semakin baik ke depan. Yang penting generasi muda kita dan masyarakat NTB semakin sehat ke depan,’’ kata Wagub saat melantik ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan guru SMA/SMK yang berada di bawah Pemprov NTB, Kamis, 20 Desember 2018.

Iklan

Wagub mengaku sangat bahagia bertemu dengan para guru. Karena dia bisa menyampaikan sejumlah hal penting untuk dipahami bersama. Karena baginya,  sekolah adalah fasilitator terbaik untuk membangun generasi  bangsa.

Peran para guru sangat besar  terhadap pembangunan bangsa di masa mendatang. ‘’Betapa penting peran seorang guru dalam pembangunan generasi bangsa. Masa depan NTB, Indonesia sangat ditentukan kualitas guru kita,’’ tegas Wagub.

Rektor Universitas Hamzanwadi Pancor Lombok Timur (Lotim) ini mengatakan, sebagai Wagub dirinya menitipkan amanah pembangunan generasi bangsa kepada para guru yang ada di daerah ini. Ia mengatakan tak bisa dinafikan begitu pesat perkembangan NTB selama 10 tahun terakhir. Tetapi jika  ingin terus maju maka  tak boleh berpuas diri.

NTB masih punya masalah dengan lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Walaupun kemajuan pendidikan  lebih baik dibandingkan parameter kesehatan. ‘’Dan masalah lingkungan kesehatan ini, kami berharap besar kepada bapak/ibu guru, institusi pendidikan kita. Karena kita ingin pengentasan masalah lingkungan, kesehatan, ujungnya SDM, kesejahteraan. Kuncinya adalah institusi pendidikan,’’ katanya.

Jika masalah kebersihan lingkungan dan kesehatan ditanamkan dalam institusi pendidikan. Maka akan tertanam terus pada siswa-siswi. Ia mengatakan, masalah lingkungan di NTB menjadi persoalan yang cukup serius.

‘’Kalau mulai edukasi pemahaman lingkungan dari sekolah. Itu akan menular terus menerus. Kita galakkan setiap sekolah ada pemilahan sampah. Sampah bisa diolah menjadi pupuk organik. Sampah plastik bisa dijual kembali di bank sampah. Kalau semua peduli sampah, lebih dari 50 persen persoalan sudah selesai,’’ katanya.

Menurutnya, guru berperan besar dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan. Dikatakan, anak didik kadang lebih mendengarkan gurunya daripada orang tuanya. Sehingga di sinilah peran guru untuk membentuk karakter anak didik yang peduli terhadap lingkungan. (nas)