Wagub : Rumah Tidak Layak Huni, Salah Satu PR Besar NTB

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) merupakan salah satu PR besar. Bukan tugas pemerintah semata, tapi seluruh komponen masyarakat, pihak swasta hingga komunitas-komunitas mandiri yang dibentuk secara swadaya oleh pemuda di daerah.

Harapan itu disampaikan, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd saat membuka Rakor Penanganan RTLH, Rabu, 31 Oktober 2018.

Iklan

Katanya, jika kita berbicara tentang penuntasan RTLH, akan sulit habisnya. Tidak saja di NTB tetapi juga di tingkat nasional. Di NTB sendiri, dari 239 ribu RTLH, setiap tahun rata- rata ada 10 ribu- 15 ribu RTLH yang bisa dituntaskan. Namun, dengan komitmen yang tinggi dari seluruh pihak, diharapkan persoalan tersebut perlahan bisa dituntaskan.

‘’Fenomena yang terjadi di masyarakat, seringkali kita saksikan, rumahnya memang kelihatan sederhana. Bahkan tampak tidak layak. Tapi jumlah ternak peliharaannya mencapai puluhan ekor. Nah pola pikir seperti ini yang perlu kita sama sama ubah. Bagaimana agar  setiap orang dapat menyadari pentingnya rumah yang layak dan sehat,’’ harap Wagub.

Sementara Direktur Perumahan Swadaya Direktorat Perumahan, Ir. Raden Johny Fajar Sopian Subrata, MA menyampaikan, rapat koordinasi diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas perencanaan dan evaluasi penanganan RTLH. Langkah ini untuk mendukung penurunan angka kemiskinan di  NTB.

Masalah RTLH di tingkat nasional angkanya saat ini mencapai 3,4 juta rumah. Data yang bisa jadi bisa bertambah lagi. Ini menjadi PR kita bersama. ‘’Dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada, tidak hanya yang bersumber dari APBN namun juga dari dan APBD dan Baznas. NTB termasuk salah satu provinsi yang tercepat dalam penanganan RTLH,’’ ujarnya.

‘’Karena itu, melalui pertemuan seperti ini dapat menjadi solusi untk percepatan pelaksanaan program serta pengawasan terhadap pembangunan rumah yang layak bagi masyarakat,’’ harapnya. (nas)