Wagub Minta Pimpinan OPD Gesit

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat memimpin rapim di Kantor Gubernur, Senin, 15 Oktober 2018 sore. Turut hadir Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta penyusunan dan penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2018-2023 jangan sampai molor. Dalam kondisi penanganan pascabencana seperti saat ini, Wagub meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus gesit.

Ia meminta penyampaian rancangan RPJMD NTB lima tahun ke depan agar disampaikan ke DPRD sesuai jadwal yang telah ditetapkan, 26 Oktober mendatang.

Iklan

‘’Jangan sampai molor. Sekarang waktu yang ada betul-betul kita manfaatkan mem-fix-kan penyusunan RPJMD. Tidak ada OPD nanti yang tidak ngeh dengan isi RPJMD,’’ tegas Wagub saat rapat pimpinan di Kantor Gubernur, Senin, 15 Oktober 2018 sore.

Dikatakan, seluruh OPD masih punya waktu untuk memahami rancangan RPJMD 2018-2023 sebelum disampaikan ke DPRD untuk dibahas. Sehingga semua OPD diminta memahami betul seluruh isi dari rancangan RPJMD yang ada.

Sehingga program atau kegiatan OPD inline dengan perencanaan lima tahun ke depan. RPJMD NTB lima tahun ke depan juga harus inline dengan RPJMN. Dalam pembangunan lima tahun ke depan, NTB membutuhkan dukungan anggaran pusat. Untuk itu, perencanaan pembangunan daerah lima tahun ke depan harus inline dengan program pemerintah pusat.

‘’Jangan sampai kita diperdaya oleh RPJMD yang keliru. Ada sesuatu yang keliru dalam RPJMD kita. Kemudian tak bisa bergerak dalam lima tahun.

Jadi harus betul-betul RPJMD ini dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kita leluasa bergerak sesuai dengan visi kita. Sehingga target-target yang kita inginkan lima tahun ke depan berjalan dengan sebaik-baiknya,’’ harapnya.

Ke depan, Wagub meminta pimpinan OPD terus menerus berinovasi. Karena dalam kondisi seperti sekarang, tidak bisa Pemda hanya bergerak biasa. Kalau tak ada inovasi, maka tak mungkin akan bergerak kencang dalam kondisi bencana seperti saat ini.

‘’Sekarang kita diminta semua kita harus gesit, harus berlari, harus betul-betul kita paham keadaan di lapangan sesuai tupoksi kita. Diharapkan semua OPD memahami secara komprehensif permasalahan di lapangan sesuai tupoksinya,’’ katanya.

OPD diharapkan jemput bola, melakukan inovasi dan mengeluarkan ide-ide untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Pimpinan OPD diminta jangan menunggu perintah kemudian bergerak. ‘’Tetapi langsung action di lapangan. Apa kira-kira yang dilakukan. Sehingga permasalahan yang berhubungan dengan OPD-nya tidak tunggu satu sama lain,’’ katanya.

Ke depan, kata Wagub, Pemprov memiliki pekerjaan rumah (PR) meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerimaan dari BUMD dan sumber-sumber pendapatan lainnya harus dimaksimalkan. OPD diminta membuat inovasi dalam rangka  meningkatkan pendapatan daerah. (nas)