Wagub Minta KPU NTB Siapkan Fisik dan Mental Hadapi Pilkada 2018

Mataram (suarantb.com) – Pilkada NTB 2018 mendatang akan banyak menguras pikiran dan tenaga penyelenggara pemilu. KPU NTB harus sedini mungkin menyiapkan segala kemungkinan yang akan dihadapi, termasuk menyiapkan kondisi fisik dan mental, karena tidak menutup kemungkinan akan banyak protes yang akan dihadapi terkait hasil pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB H. Muh. Amin, SH, M. Si saat memberikan sambutan pada peresmian dan pembukaan Bale Pemilu di kantor KPU NTB, Jumat, 16 September 2016.
Amin mengatakan hal tersebut merupakan konsekuensi KPU sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia. Untuk itu, ia meminta kepada KPU NTB segera berbenah menyiapkan kondisi terbaik sedini mungkin, agar siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“KPU harus menyiapkan mental dan fisik menghadapi Pemilu mendatang. Pasti akan banyak masyarakat yang demo, tentunya KPU harus siap mengawal demokrasi sebaik-baiknya,” pintanya.
Selain meminta KPU untuk senantiasa menyiapkan kondisi sebaik mungkin menjelang Pilkada NTB 2018, Wagub juga memberikan apresiasi tinggi kepada KPU NTB karena telah berhasil membuat terobosan dengan mendirikan Bale Pemilu. Menurutnya hal tersebut merupakan langkah maju yang akan memberI dampak positif bagi perkembangan kualitas politik masyarakat NTB kedepan.
“Tentu kita bersyukur sekaligus apresiasi kepada KPU yang hari ini launching bale pemilu. Ini sangat kita perlukan, dan terus menanamkan nilai-nilai demokratis inilah yang terus kita implementasikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam mendukung upaya yang dilakukan KPU NTB tersebut, Pemprov akan terus mendukung dengan menyiapkan dana hibah setiap tahunnya. “Makanya Pemerintah NTB tiap tahun anggran terus memberikan dukungan kepada KPU,” katanya.
Untuk kedepannya, kesadaran politik yang dihasilkan oleh bale pemilu ini diharapkan berdampak pada meningkatnya kualitas sumber daya manusia NTB khusunya dalam bidang politik. Sekaligus memberi andil pada pemahaman komprehensif masyarakat NTB mengenai Pemilu, baik dari sisi sejarah maupun prosesnya. Sehingga berimbas pada kesadaran masyarakat NTB dalam menentukan pilihan, siapa pemimpin dan wakil rakyat yang pantas membawa mandat yang dititipkan masyarakat kepadanya.
Untuk diketahui, bale pemilu merupakan rumah pintar Pemilu KPU NTB yang penamaannya diambil dari bahasa sasak. Dimana bale berarti rumah dan pemilu adalah sarana berdemokrasi di Indonesia, sebuah konsep yang lahir dari pendidikan pemilih yang dilakukan melalui pemanfaatan ruang suatu bangunan untuk melaksanakan program edukasi masyarakat NTB. Kehadirannya diharapkan menjawab kebutuhan pemilih dan masyarakat di NTB. (ast)

Iklan