Wagub Minta Hentikan Pembabatan Hutan di Dompu

Wagub NTB,  Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj Sitti Rohmi Djalila, M. Pd., mengungkapkan, Dompu termasuk satu dari 10 kabupaten/kota di NTB dengan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya masuk kategori terbaik. Tetapi ada satu hal yang mesti diingat, dalam upaya peningkatan kesejahteraan tersebut kelestarian lingkungan harus tetap dijaga. Karenanya, tidak bisa dibenarkan aktivitas merusak lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jadi itu sudah tida boleh ditawar-tawar lagi, ke depan sudah tidak ada lagi ruang kita untuk merusak lingkungan, untuk menebang pohon sembarang,” tegasnya.

Iklan

Jika ingin mengembangkan jagung mestinya memanfaatkan lahan yang telah diperuntukan bagi komoditi pertanian tersebut, bukan malah membabat habis hutan yang ada. Berbicara lingkungan, menurut Wagub, sama halnya berbicara keseimbangan alam agar tidak mencari jalannya sendiri yang tidak normal. Air misalnya, ketika pusatnya sudah dimanfaatkan besar kemungkinan akan menimbulkan bencana alam, baik itu banjir, tanah longsor dan sejenisnya.

Pemanfaatan lingkungan secara membabuta dengan alasan kesejahteraan pun akan terkesan percuma, karena infrastruktur atau program pembangunan lain yang lelah diupayakan bisa dengan sekejap hancur ketika bencana alam terjadi. “Tapi insya Allah di Dompu tidak,” ujarnya.

Menurunkan satu digit angka kemiskinan memang menjadi tekad bersama, tetapi tetap bukan dengan merusak lingkungan. Keberadaan bendungan besar yang beberapa waktu lalu diresmikan pun bukan alasan yang tepat untuk terus melakukan pembabatan karena kebutuhan air masyarakat akan bisa terpenuhi. Sebab akan percuma bendungan tersebut bertahan namun sektor lain justru hancur akibat bencana alam.

Ditambahkan Wagub, kerusakan lingkungan tidak hanya menjadi persoalan serius di NTB, tetapi sudah menjadi isu nasional. Untuk itu diharapkan semua elemen harus bisa saling bahu membahu menjaga kelesatariannya dengan menggalakkan program reboisasi hutan. “Tanam jagung boleh tapi di antara pohon-pohon, paling tidak tanam bambu karena bambu itu kuat akarnya untuk menjaga tanah,” pungkasnya. (jun)