Wagub : Lotim Gudangnya Desa Wisata

SINKRONISASI - Sinkronisasi program kepariwisataan Pemkab Lotim dengan Provinsi NTB yang dipimpin Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Kamis,  6 Desember 2018. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd menyebut Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi gudangnya desa wisata. Banyak desa-desa yang indah dan luar biasa di Lotim. Menurut kakak kandung mantan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ini diperlukan konsistensi dalam pengembangannya.

 

Iklan

“Kalau konsisten maka tidak kebayang hasilnya lima tahun ke depan,” katanya saat rapat sinkronisasi program pariwisata Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lotim di kantor Bupati Lotim, Kamis,  6 Desember 2018 sore.

 

Rohmi yakin hasilnya lebih baik ke depan. Terlebih dengan komitmen besar Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy. Desa wisata, sebutnya tidak bisa disulap-sulap. Pengembangannya harus betul-betul dengan menggerakkan semua potensi dari bawah. Peranan pemerintah kemudian melakukan intervensi.

 

Intervensi dari pemerintah ini, katanya, harus disesuaikan dengan bidang masing-masing. Desa-desa wisata ada kawasan-kawasan. Kawasan pesisir intervensi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan. Desa wisata yang ada di kawasan hutan, bisa diintervensi oleh Dinas Kehutanan termasuk Dinas Lingkungan Hidup. Kawasan pertanian intervensi oleh Dinas Pertanian.

 

Desa wisata dikatakan paling bisa dirasakan manfaat kemajuan pariwisata oleh masyarakat langsung. Apa yang sudah dilakukan kabupaten dinilai sudah sejalan dengan yang dilakukan Pemprov NTB.

 

Sementara Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy mengaku Lotim adalah daerah yang kaya potensi wisata. Lotim memiliki wisata yang sangat lengkap, mulai dari pegunungan, lembah dan pantai dengan pemandangan yang menakjubkan.

 

Sembalun sebutnya menjadi salah satu wilayah yang dikenal sudah mendunia.  Potensi Sembalun disebut dengan pemandangan Gunung Rinjani ini dilihat sama dengan pemandangan Gunung Fujiyama Jepang.

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal, menyebut, desa wisata di Lotim ada 25. Antara lain Sembalun, Tetebatu, Kembang Kuning, Masbagik Tmur, Pesanggrahan, Lenek, Lemor, Kembang Kuning, Limbungan Prigi dan lainnya.

 

Desa-desa wisata di Lotim ini sudah dipetakan. Antara lain, Desa Wisata Agro, Desa Wisata Budaya, Desa Wisata Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata Pesisir.  Desa Wisata Ekonomi Kreatif ini dikenal dengan hadirnya hasil-hasil kerajinan dari warga. Sebut saja Penakak Masbagik, Loyok Sikur, ada juga Pringgasela, Suradadi dan lainnya. Namun, selama ini hasil produk ini banyak diekspor oleh orang luar Lotim.

 

Produk karya kerajinan warga Lotim diklaim dari daerah lain. Untuk itu, seperti Penakak dan desa penghasil kerajinan tangan ini harus dikembalikan, sebagai perajin handicraft. ‘’Potong tali rantai yang menjadikan pengerajin hanya sekadar jadi buruh,’’ sarannya.

 

Begitupun Loyok yang dulu sangat dikenal sebagai penghasil kerajinan tangan. Tapi Loyok sekarang tak lagi bisa produksi. “Kita kembalikan semangat produksi di sentra kerajinan,” ungkapnya.

 

Selanjutnya ada Desa wisata Agro. Seperti Sembalun yang akan coba didesain hasil produksi pertanian bisa langsung petani dapat mengakses pasar. Dalam hal ini, tali rantai para tengkulak harus dipotong. ‘’Petani tidak lagi bisa bergantung pada tengkulak,’’ ujarnya. (rus)