Wagub Lanjutkan Inspeksi ke Pusat Keramaian di Mataram

Wagub NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah memasangkan masker kepada pengunjung pasar yang belum menggunakan masker. (Suara NTB/humassetdantb)

Mataram (Suara NTB) – Penanganan Covid-19 di Kota Mataram masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih, setiap hari selalu ada warga Kota Mataram yang positif Covid-19. Hal itu menjadi perhatian khusus Pemprov NTB. Segala upaya digalakkan, termasuk mengunjungi tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan di Kota Mataram.

Rabu, 8 Juli 2020, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambangi pasar tradisional yakni Pasar Cakranegara dan pertokoan di sekitarnya. Ini merupakan kelanjutan aksi Wagub dalam mendorong peningkatan disiplin dalam menerapkan protokol Covid-19 di Kota Mataram.

Iklan

Sehari sebelumnya, Wagub melakukan kunjungan ke beberapa pasar tradisional di Kota Mataram. Wagub mengemukakan, daerah-daerah di Kota Mataram ini tidak dapat disama-ratakan. Menurutnya, kondisi ini sangat tergantung dari bagaimana aparat yang bertugas.

‘’Jadi tadi kelihatan di sini saat kita keliling itu bisa dibilang 95% memakai masker,’’ ujarnya.

Meski demikian, Wagub sangat mendorong agar kontrol terus dilakukan, sehingga disiplin dapat terus berjalan. ‘’Ini sudah disiplin, tapi tetap disambangi supaya tetap seperti ini. Mudah-mudahan, kalau semua kita seperti ini, insya Allah kita bisa sama-sama melewati wabah ini,’’ harapnya.

Wagub menegaskan bahwa kunci dari wabah ini ialah kedisiplinan, sabar dan konsisten. Apabila ketiga kunci itu dapat dijalankan, perekonomian di NTB bisa segera pulih.

Lebih jauh, Wagub meminta kepala pasar terus melakukan inspeksi setiap hari, secara persuasif. ‘’Disampaikan kepada masyarakat bahwa ini bukan untuk siapa siapa. Tapi ini untuk mereka, keluarganya dan lingkungannya,’’ katanya.

Pada kesempatan itu Wagub membagikan masker sembari meminta kepada para pedagang dan para pengunjung pasar yang tidak memakai masker agar tetap memakai masker.

Camat Cakranegara, Muhammad Erwan, mengemukakan bahwa Kelurahan Cakra Timur satu-satunya kelurahan di Kecamatan Cakranegara telah menjadi zona hijau. “Memang awal-awal ada satu kasus. Tapi di KTP dia merupakan warga Praya, sehingga untuk yang warga kami yang berada di Kelurahan Cakra Timur sementara tidak ada kasus,’’ ungkapnya.

Sejak awal, sambungnya, pihaknya sudah memberlakukan warga pendatang wajib lapor dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Kemudian untuk lansia dan balita diimbau untuk diam di rumah. Untuk pengamanan pasar, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kepala pasar.

“Saya bersama Pak Kapolsek, Danramil sejak awal sudah mengimbau bahwa masuk pasar wajib pakai masker. Jika ditemukan maka tidak boleh masuk,’’ katanya.

Pihaknya juga sejak awal telah membuat imbauan untuk mengatur pusat perkantoran, pusat pertokoan, mengajak juru parkir dan pedagang kaki lima untuk bekerja sama dalam penerapan protokol Covid-19.

‘’Dari proses pencegahan, itu rutin kami lakukan bersama Linmas kami, bersama Pak Lurah bersama kepala lingkungan,’’ tambahnya.

Kesadaran masyarakat diakuinya tidak dapat diwujudkan 100 persen. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan bersama Polri dan TNI. ‘’Harapan kami, dari lingkungan yang kami tekan, melalui program PCBL dan dikombinasi dengan program kampung sehat kita upayakan dari lingkungan sendiri lingkungan itu sadar,’’ terangnya.

Senada dengan itu, Kepala Pasar Cakra, I Nengah Sukardi mengaku bahwa pemantauan dan penertiban pemakaian masker dan penyemprotan disinfektan. ‘’Kita tetap berkoordinasi dengan Camat dan Lurah dan penyemprotan atas imbauan Camat dan Lurah. Walaupun tidak ada dari BPBD, tetap ada penyemprotan dipakai tenaga kita, diberikan bantuan disinfektan,’’ terangnya.

Kemudian, bila ada yang melanggar protokol Covid-19, seperti tidak memakai masker, pihaknya akan langsung menegur dan tidak akan diizinkan memasuki pasar. ‘’Kalau pedagang kita sudah tertib memakai masker, tinggal pengunjung saja yang harus terus kita imbau untuk menggunakan masker.’’

Setelah mengunjungi Pasar Cakranegara, Wagub melanjutkan kunjungannya ke Pasar Mandalika. Hanya saja di Pasar Mandalika kesadaran masyarakatnya tidak sama dengan di Pasar Cakra. Masih banyak ditemukan warga yang tidak menggunakan masker. Bahkan ada beberapa balita maupun lansia yang tidak menggunakan masker.

Saat sidak, Wagub secara spontan memasangkan masker kepada mereka yang belum menggunakan masker. Harapan Wagub, setelah kunjungan ini masyarakat tetap konsisten untuk menggunakan masker untuk menjaga diri sendiri dan orang lain. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here